Hindarkan Masyarakat dari Penipuan Investasi Ilegal, OJK Dorong Inklusi Pasar Modal di Sulteng

  • Whatsapp
7DFDA203-3B11-4693-BB75-0AACCB25AE6D-c992dc72

PALU, MERCUSUAR- Kantor OJK Provinsi Sulawesi Tengah mendorong produk dan layanan sektor Pasar Modal dapat menjadi alternatif investasi untuk dimanfaatkan seluas-luasnya oleh masyarakat Sulawesi Tengah.

Dalam upayanya untuk meningkatkan inklusi sektor Pasar Modal, OJK mengapreasiasi PT Bursa Efek Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah yang telah memfasilitasi pembentukan Galeri Investasi di Universitas Muhammadiyah Palu (Unismuh) dan SMAN 5 Kota Palu pada tanggal 10 Februari 2022.

Galeri Investasi di Unismuh merupakan yang ke-9 di tingkat pendidikan tinggi Sulawesi Tengah.

Sementara Galeri Investasi di SMAN 5 Kota Palu merupakan yang pertama di tingkat pendidikan menegah di Sulawesi Tengah.

“Galeri Investasi secara aktif akan melakukan sosialisasi, edukasi, dan publikasi kepada berbagai pihak terkait berinvestasi secara benar di Pasar Modal,” kata Kepala JOK Sulteng, Ganal Abdul Kahar.

Giat tersebut lanjut Gamal, bertujuan menghindarkan masyarakat dari berbagai macam penawaran investasi melalui sarana teknologi informasi yang marak akhir-akhir ini namun tidak memiliki legalitas dan izin yang jelas. Keberadaan Galeri Investasi di berbagai institusi pendidikan juga secara langsung mendukung upaya pemerintah meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan di sektor Pasar Modal yang berdasarkan data survey OJK tahun 2019 masih cukup rendah masing-masing di angka 4,92% (literasi) dan 1,55% (inklusi).

Berdasarkan data OJK posisi bulan Desember 2021, jumlah investor berdasarkan Single Investor Identification (SID) di Sulawesi Tengah tercatat sebanyak 33.525, meningkat sebanyak 19.431 atau 137,87% secara year on year (yoy). Hal tersebut ekuivalen dengan peningkatan kepemilikan saham yang tercatat sebesar Rp528,46 miliar, meningkat sebesar Rp220,80 miliar atau 71,77% secara yoy. Namun demikian, dari sisi transaksi, terjadi penurunan dari Rp763,73 miliar menjadi Rp553,47 miliar atau -27,53% (-Rp210,26 miliar) secara yoy. Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) pada perdagangan intraday tanggal 10 Februari 2022.

Baca Juga