Kemendag Gelar Operasi Pasar di Kota Palu

disperindag sulteng-73734abc
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah, Richard Arnaldo Djanggola dan Kabid Perdagangan Disperindag saat mendampingi tim dari Kemendag mendatangi toko ritel modern di Palu, Minggu (20/2/2022). Foto: IST

PALU, MERCUSUAR – Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar operasi pasar sebagai upaya memantau dan menstabilkan harga kebutuhan pokok berupa minyak goreng di Sulteng.

Operasi pasar minyak goreng di pasar tradisional dan toko ritel modern di Kota Palu sejak, Sabtu – Minggu (19-20/2/2022).

“Selama dua hari tim dari Kemendag yang dipimpin eselon II atau setingkat kepala dinas melakukan kegiatan operasi pasar selama dua hari untuk memastikan keberadaan minyak goreng di pasaran. Hasil dari penelusuran kami di lapangan stok minyak goreng di pasar tradisional tersedia dengan harga bervariasi dan dibeberapa toko ritel modern terjadi kekosongan stok,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Richard Arnold Djanggola melalui Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Donny saat dihubungi di kantornya, Senin (21/2/2022).

Dijelaskan Donny, pihak Kemendag telah menunjuk empat distributor minyak goreng untuk menyalurkan kuota minyak sebanyak 293 ton yang akan didistribusikan di Kota Palu, Poso, Toli-toli, dan Luwuk. Keempat daera itu mewakili daerah lainnya.

“Distributor minyak goreng lainnya tetap menyalurkan tetapi untuk empat distributor yang ditunjuk Kemendag mendapat kuota yang lebih untuk dipasarkan karena adanya perintah penugasan dari pemerintah untuk menjaga kestabilan dan kontinyuitas penyaluran minyak goreng,” imbuhnya.

Keberadaan minyak goreng di Sulteng tetap tersedia dengan harga bervariasi di pedagang kios karena mereka mendapat stok dari pengecer bukan dari distributor. Jika mereka mendapat stok dari distributor harganya tidak berbeda jauh dengan harga umumnya.

“Dari pantauan kami ada kepanikan dari masyarakat tidak mendapat minyak goreng sehingga ketika ada stok minyak goreng langsung membeli dengan jumlah yang banyak sehingga dibeberapa toko ritel modern terjadi kekosongan stok,” pungkasnya. HAI

Pos terkait