POMALAA, MERCUSUAR – PT Vale Indonesia Tbk terus mencatatkan kemajuan signifikan dalam pembangunan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, Sulawesi Tenggara. Memasuki awal tahun 2026, progres konstruksi proyek strategis tersebut telah mencapai 62 persen, mencerminkan akselerasi yang konsisten dalam pengembangan kawasan industri berbasis hilirisasi nikel.
Capaian ini menandai langkah penting PT Vale dalam memperkuat posisinya sebagai bagian dari ekosistem industri kendaraan listrik global, sekaligus mendukung agenda hilirisasi mineral yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia.
Sejumlah infrastruktur utama telah berhasil dituntaskan dalam tahap awal pembangunan. Di antaranya adalah North Access Road (NAR) yang menjadi jalur logistik vital proyek, Gedung Main Construction Office sebagai pusat kendali operasional, serta fasilitas persemaian modern berkapasitas hingga satu juta bibit pohon. Kehadiran fasilitas persemaian ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap praktik pertambangan berkelanjutan, khususnya dalam mendukung program reklamasi dan rehabilitasi lahan.
Selain infrastruktur utama, pembangunan fasilitas pendukung juga terus digenjot. Hingga saat ini, progres pembangunan Living Area atau Operation Camp telah mencapai 41 persen, yang nantinya akan menjadi pusat hunian bagi tenaga kerja proyek. Sementara itu, pembangunan Workshop dan Office Area telah mencapai 57 persen dan ditargetkan segera mendukung operasional teknis di lapangan.
Dalam pengembangan fasilitas pengolahan, PT Vale juga memperkuat kolaborasi strategis dengan mitra global, yakni Zhejiang Huayou Cobalt melalui entitas kerja sama. Kolaborasi ini difokuskan pada pembangunan fasilitas Feed Preparation Plant serta pabrik pengolahan berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL). Hingga kini, progres kedua fasilitas tersebut telah melampaui 36 persen.
Teknologi HPAL sendiri merupakan salah satu metode pengolahan nikel laterit yang mampu menghasilkan bahan baku baterai kendaraan listrik, seperti Mixed Hydroxide Precipitate (MHP). Pengembangan fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri baterai nasional serta meningkatkan nilai tambah komoditas nikel di dalam negeri.
Manajemen PT Vale menegaskan bahwa seluruh tahapan pembangunan IGP Pomalaa dijalankan dengan mengedepankan prinsip keselamatan kerja, efisiensi operasional, serta standar lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan (ESG) yang ketat. Hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mewujudkan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Selain aspek teknis, proyek ini juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal, hingga pertumbuhan ekonomi kawasan di sekitar Pomalaa.
IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek strategis PT Vale selain pengembangan di Sorowako dan Bahodopi, yang secara keseluruhan dirancang untuk memperkuat transformasi perusahaan menuju produsen nikel berkelanjutan berkelas dunia. Proyek ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung target Indonesia sebagai pemain utama dalam industri baterai kendaraan listrik global.
Dengan progres yang terus menunjukkan tren positif, PT Vale optimistis proyek IGP Pomalaa dapat diselesaikan sesuai target, sekaligus menjadi fondasi penting bagi pembangunan industri hijau yang ramah lingkungan dan berdaya saing tinggi di masa depan.TIN






