PT Vale IGP Morowali Catat Produksi dan Penjualan 2,2 Juta Ton Ore di Awal 2026

MOROWALI, MERCUSUAR — PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali mencatatkan produksi dan penjualan bijih nikel (ore) sebesar 2,2 juta ton pada awal tahun 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator ketangguhan operasional perusahaan di tengah dinamika industri pertambangan global.

Perusahaan menyebutkan, capaian tersebut diperoleh di tengah berbagai tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, gangguan rantai pasok, hingga meningkatnya tuntutan standar keberlanjutan di sektor pertambangan.

Direktur sekaligus Chief Project Officer PT Vale Indonesia, Muhammad Asril, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh unsur perusahaan serta dukungan berbagai pihak.

“Capaian 2,2 juta ton penjualan ore pada awal tahun ini merupakan buah dari kolaborasi dan komitmen bersama. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan, mitra kerja, kontraktor, pemerintah, serta para pemangku kepentingan yang telah mendukung kelancaran operasional perusahaan,” kata Asril dalam keterangan resmi, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, capaian tersebut tidak hanya mencerminkan kinerja produksi, tetapi juga konsistensi perusahaan dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Ia menegaskan, setiap aktivitas operasional perusahaan tetap mengedepankan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Di Kabupaten Morowali, komitmen keberlanjutan perusahaan diwujudkan melalui berbagai program sosial dan lingkungan, mulai dari peningkatan akses pendidikan, penguatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan infrastruktur dasar.

Selain itu, perusahaan juga menjalankan sejumlah program pengelolaan lingkungan. Hingga akhir Januari 2026, PT Vale IGP Morowali telah melakukan hydroseeding atau penanaman kembali vegetasi di lahan seluas 16 hektare. Perusahaan juga memasang fasilitas pengendalian erosi di jalur tambang (mine haul road) serta mengoperasikan fasilitas pembibitan tanaman (nursery) dengan kapasitas awal mencapai 400 ribu bibit per tahun untuk mendukung program reklamasi pascatambang.

Head of Mine Operation Bahodopi PT Vale Indonesia, Wafir, mengatakan capaian produksi pada awal tahun ini menunjukkan kesiapan operasional proyek dalam menjaga stabilitas produksi jangka panjang.

“Keberhasilan ini merupakan hasil penguatan sistem operasional, perencanaan tambang yang terintegrasi, serta koordinasi yang solid antara tim proyek dan operasional,” ujar Wafir.

Ia menambahkan, perusahaan terus meningkatkan efisiensi operasional, pengendalian risiko, serta penerapan standar keselamatan dan lingkungan yang ketat guna memastikan keberlanjutan proyek di masa mendatang.

Menurut Wafir, dinamika industri nikel yang semakin kompetitif juga mendorong perusahaan untuk terus beradaptasi.

“Kami terus memperkuat kolaborasi internal serta menjaga komunikasi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan. Kami optimistis kinerja positif ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.

Untuk menghadapi persaingan industri yang semakin ketat, perusahaan juga memperkuat manajemen operasional berbasis efisiensi dan inovasi, termasuk optimalisasi perencanaan tambang, peningkatan produktivitas alat, serta penguatan manajemen risiko.

Selain itu, perusahaan terus menanamkan budaya kerja yang mengutamakan keselamatan atau safety first di seluruh lini operasional.

Perusahaan menilai dukungan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat juga berperan penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, baik dari sisi regulasi maupun dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Capaian produksi dan penjualan 2,2 juta ton ore pada awal tahun ini menjadi salah satu fondasi bagi target kinerja perusahaan sepanjang 2026, dengan fokus pada keseimbangan antara peningkatan produktivitas dan tanggung jawab lingkungan.TIN

Pos terkait