PALU, MERCUSUAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu merilis pada bulan September Kota Palu mengalami deflasi sebesar 0,10 persen.
Komoditas yang memberikan kontribusi pada deflasi di Kota Palu adalah kelompok transportasi (0,94 persen), makanan dan minuman, dan tembakau (0,15 persen). Sementara kenaikan indeks terjadai pada kelompok pakaian dan alas kaki (0,23 persen), kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (0,23 persen), kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,09 persen), serta kelompok pendidikan (0,01 persen).
Kepala BPS Kota Palu, G.A Nasser melalui fasilitas whatsapp, Kamis (1/10/2020) menjelaskan dari 90 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK), 34 kota mengalami inflasi dan 56 kora mengalami deflasi. Kota Palu menempati posisi ke-12 dengan angka deflasi tertinggi di kawasan Indonesia timur dank e-33 secara nasional.
Selama tiga tahun berturut-turut, Kota Palu mengalami deflasi karena pihak Tim Pengendali Inflasi Daerah mampu mengendalikan harga komoditas dipasaran agar tetap stabil. HAI