Masyarakat Donggala Kodi Gelar Adat Vunja

  • Whatsapp

DONGGALA KODI, MERCUSUAR – Kota Palu dikenal dengan daerah yang memiliki  banyak adat Istiadat, salah satunya adalah Adat Vunja. Bagi suku Kaili, Adat Vunja dilakukan ketika hasil panen melimpah, namun ada sebagian masyarakat Kaili merepresentasikan Vunja sebagai ritual untuk tolak bala.

Seperti yang dilakukan oleh sejumlah masyarakat Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi.  Masyarakat dan lembaga adat di Bantaya Mantirolemba melaksanakan adat Vunja.

Berita Terkait

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya ini, apalagi ritual budaya ini berpengaruh pada kelangsungan hidup manusia,” ungkap pemangku adat, Nisi.

Pesta atau ritual Vunja ini dilakukan oleh para pemangku adat, yang disebut orang tua adat atau Totua nu Ada. Sebelum dimulainya prosesi adat Vunja, Totua Nu Ada (orang tua adat) ini menyiapkan kayu dan pohon serta beberapa hasil panen, yang dijadikan sebagai syarat adat Vunja. Semuanya kemudian ditancapkan ke tanah, layaknya pohon yang hidup yang dihiasi dengan daun kelapa.

Setelah menyiapkan segala keperluan adat, para pemangku adat terlebih dahulu menggelar makan bersama tokoh masyarakat dan pemerintah. Hal ini dilakukan untuk membangun komunikasi, sebelum melakukan ritual adat Vunja.

“Makanan yang disajikan ada dua versi, yakni ada makanan yang khusus digunakan pada saat adat vunja, ada juga makanan secara umum,” katanya, Rabu (31/12/2014).

Usai itu, barulah dilaksanakan prosesi puncak adat Vunja. Secara umum, sebanyak sembilan pemangku adat melakukan ritual ini dengan cara meneriakkan pujian-pujian atau ucap syukur, dengan merangkul satu sama lain, sembari memutari pohon dan persembahan.

Sementara itu, Lurah Donggala Kodi, Ismu Oskar menambahkan, ritual adat Vunja dimaksudkan sebagai ucapan terima kasih kepada sang pencipta, atas limpahan rahmat yang diberikan.

“Secara agama, ucap syukur itu dilantunkan dalam bentuk doa, namun secara adat, rasa syukur atas nikmat Allah direpresentasikan lewat adat Vunja. Ritual adat ini juga dipercaya masyarakat kaili sebagai ritual tolak bala,” jelasnya.

Kata dia, Adat Vunja sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, karena manusia lahir dengan budaya, hidup dengan budaya dan matipun dengan budaya. Sehingga, adat Istiadat tidak bisa dilupakan.

Pantauan Mercusuar, dalam pembukaan pesta adat Vunja dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Palu, Asri, Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat, sejumlah tokoh adat, masyarakat dari kelurahan tetangga. IKI

 

Baca Juga