TANAMODINDI, MERCUSUAR- Pengundian nomor rumah Hunian Tetap (Huntap) kembali akan dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi. Kali ini direncanakan terhadap 573 kepala keluarga (KK) penyintas yang telah terdata BPBD Palu untuk direlokasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Palu, Bambang Sabarsyah menyebut pengundian rencananya digelar Sabtu 14 Maret 2020 mendatang di Baruga Lapangan Vatulemo Palu.
573 KK penyintas ini, kata dia telah memenuhi seluruh persyaratan layak relokasi ke Huntap, yang diawali dengan pemeriksaan berkas kepemilikan rumah. Berupa sertifikat dan surat keterangan yang menegaskan keabsahan kepemilikan.
Lalu pemeriksaan lokasi rumah yang dilakukan dengan identifikasi langsung ke lapangan serta dibuktikan dengan foto satelit keberadaan rumah sebelum dan sesudah bencana.
“Intinya semua sudah memenuhi syarat,” kata Bambang, Senin (9/3/2020).
Sebelumnya kata Bambang, pengundian nomor Huntap telah dilakukan kepada sebanyak 577 KK. Namun dalam perjalanan, 4 KK diantaranya dianggap belum layak relokasi, karena ada item syarat yang tidak terpenuhi, sehingga tersisa 573 KK.
Dua KK diantaranya melaporkan unit rumah rusak namun masih dalam 1 bangunan yang sama, sementara bangunan itu sendiri sudah terdata sebagai satu kesatuan dan telah dilaporkan oleh KK lainnya.
“Rumah yang dilaporkan menempel dalam satu bangunan. Jadi kita eliminasi dulu,”katanya.
Satu rumah lagi menurut dia tidak memenuhi syarat lantaran pemiliknya sudah terdata sebagai penerima dana stimulan perbaikan rumah, dan satu rumah lainnya terbukti fiktif berdasarkan foto satelit dan laporan masyarakat.
“Kami meragukan kebenaran rumah hilang yang dilaporkan. Tambah lagi ada laporan masyarakat dan foto satelit,”ujarnya.
Bambang menjelaskan, jika pengundian nomor Huntap tahap 2 selesai maka akan ada sebanyak 1.173 KK yang siap direlokasi ke Huntap bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Tondo.
Sebelumnya jumlah KK yang terdata untuk kepentingan relokasi ini sebanyak kurang lebih 2.000 KK. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi lapangan, banyak diantaranya tidak memenuhi syarat. Sehingga data terakhir yang memenuhi syarat untuk relokasi tersisa sebanyak 1.815 KK.
“Tapi data ini dinamis. Siapa tahu dalam perjalanan masih ada warga yang belum terdata. Itu tetap ada ruang sepanjang memenuhi syarat,”ujar Bambang.
Terkait dengan kesiapan Huntap, Bambang lebih jauh menerangkan bahwa pihak Yayasan Buddha Tzu Chi baru-baru ini menggelar rapat bersama pelaksana pembangunan Huntap. Dari target 1.500 unit, pihak yayasan memastikan 1.100 unit diantaranya akan dirampungkan pada April 2020 sebelum bulan Ramadan tiba. Karena Pemerintah sendiri menargetkan proses relokasi ini dilakukan sebelum bulan Ramadan.
“Hasil rapat terakhir 1.100 unit ditarget selesai, sudah ada semacam MU sebagaimana notulen meeting. Intinya 16 April 2020 penyintas sudah masuk Huntap,”terangnya.
Selain Huntap dari Buddha Tzu Chi, saat ini tambah dia juga telah rampung 75 unit Huntap dari yayasan AHA Center. Dengan begitu, maka saat proses evakuasi nanti, akan ada sebanyak 1.175 unit Huntap siap ditempati. ABS
573 KK Penerima Huntap Kembali Diundi
TANAMODINDI, MERCUSUAR- Pengundian nomor rumah Hunian Tetap (Huntap) kembali akan dilaksanakan Yayasan Buddha Tzu Chi. Kali ini direncanakan terhadap 573 kepala keluarga (KK) penyintas yang telah terdata BPBD Palu untuk direlokasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Palu, Bambang Sabarsyah menyebut pengundian rencananya digelar Sabtu 14 Maret 2020 mendatang di Baruga Lapangan Vatulemo Palu.
573 KK penyintas ini, kata dia telah memenuhi seluruh persyaratan layak relokasi ke Huntap, yang diawali dengan pemeriksaan berkas kepemilikan rumah. Berupa sertifikat dan surat keterangan yang menegaskan keabsahan kepemilikan.
Lalu pemeriksaan lokasi rumah yang dilakukan dengan identifikasi langsung ke lapangan serta dibuktikan dengan foto satelit keberadaan rumah sebelum dan sesudah bencana.
“Intinya semua sudah memenuhi syarat,” kata Bambang, Senin (9/3/2020).
Sebelumnya kata Bambang, pengundian nomor Huntap telah dilakukan kepada sebanyak 577 KK. Namun dalam perjalanan, 4 KK diantaranya dianggap belum layak relokasi, karena ada item syarat yang tidak terpenuhi, sehingga tersisa 573 KK.
Dua KK diantaranya melaporkan unit rumah rusak namun masih dalam 1 bangunan yang sama, sementara bangunan itu sendiri sudah terdata sebagai satu kesatuan dan telah dilaporkan oleh KK lainnya.
“Rumah yang dilaporkan menempel dalam satu bangunan. Jadi kita eliminasi dulu,”katanya.
Satu rumah lagi menurut dia tidak memenuhi syarat lantaran pemiliknya sudah terdata sebagai penerima dana stimulan perbaikan rumah, dan satu rumah lainnya terbukti fiktif berdasarkan foto satelit dan laporan masyarakat.
“Kami meragukan kebenaran rumah hilang yang dilaporkan. Tambah lagi ada laporan masyarakat dan foto satelit,”ujarnya.
Bambang menjelaskan, jika pengundian nomor Huntap tahap 2 selesai maka akan ada sebanyak 1.173 KK yang siap direlokasi ke Huntap bantuan Yayasan Buddha Tzu Chi di Kelurahan Tondo.
Sebelumnya jumlah KK yang terdata untuk kepentingan relokasi ini sebanyak kurang lebih 2.000 KK. Setelah dilakukan verifikasi dan validasi lapangan, banyak diantaranya tidak memenuhi syarat. Sehingga data terakhir yang memenuhi syarat untuk relokasi tersisa sebanyak 1.815 KK.
“Tapi data ini dinamis. Siapa tahu dalam perjalanan masih ada warga yang belum terdata. Itu tetap ada ruang sepanjang memenuhi syarat,”ujar Bambang.
Terkait dengan kesiapan Huntap, Bambang lebih jauh menerangkan bahwa pihak Yayasan Buddha Tzu Chi baru-baru ini menggelar rapat bersama pelaksana pembangunan Huntap. Dari target 1.500 unit, pihak yayasan memastikan 1.100 unit diantaranya akan dirampungkan pada April 2020 sebelum bulan Ramadan tiba. Karena Pemerintah sendiri menargetkan proses relokasi ini dilakukan sebelum bulan Ramadan.
“Hasil rapat terakhir 1.100 unit ditarget selesai, sudah ada semacam MU sebagaimana notulen meeting. Intinya 16 April 2020 penyintas sudah masuk Huntap,”terangnya.
Selain Huntap dari Buddha Tzu Chi, saat ini tambah dia juga telah rampung 75 unit Huntap dari yayasan AHA Center. Dengan begitu, maka saat proses evakuasi nanti, akan ada sebanyak 1.175 unit Huntap siap ditempati. ABS