DUYU, MERCUSUAR – Pua Mbaso Farm And Stone Garden menawarkan sensasi memakan buah anggur langsung di kebun. Agrowisata yang beralamat Jalan Gunung Gawalise Kelurahan Duyu Kecamatan Tatanga memiliki luasan kurang lebih setengah hectare.
Said selaku petani anggur sekaligus pengelola Pua Mbaso, Senin (6/7/2020) mengatakan, kebun anggur itu merupakan hasil kelola Pemuda Duyu sejak tiga tahun lalu dan sudah beberapa kali panen, namun beberapa hari ini ini dibuka untuk umum sebagai agrowisata kebun anggur.
Said mengatakan, untuk bibit anggurnya sendiri dari bibit Probo Super 81, sehingga menghasilkan buah anggur yang manis dan nilai plusnya lagi kebun anggur yang dikelolanya tidak menggunakan pestisida sehingga bebas dari bahan kimia.
Said berkeinginan Kelurahan Duyu ini dikenal dengan perkebunan anggurnya, sehingga ia membuka secara umum lahan perkebunan anggurnya sekaligus menjadi objek wisata masyarakat Kota Palu, selain itu ia juga terbuka memberikan pelajaran berkebun pada pengunjung yang bertanya padanya.
Sebelumnya setiap panen anggur perkebunan Pua Mbaso ini hasilnya hanya di jual secara daring oleh anak mudanya, hingga ke luar daerah. Nanti saat ini ada inisiatif untuk dibuka menjadi agrowisata, dimana lahan perkebunan anggur merupakan lahan pemuda yang dikelola bersama menjadi Kebun anggur Pua Mbaso.
Untuk saat ini sudah sebanyak 50 pohon anggur yang telah berbuah belum lagi 100 pohon lainnya yang masih bertumbuh. Ia katakan untuk pengembangan kebun anggur ini akan terus dibenahi dengan menambah lesehan untuk pengunjung duduk bersantai dan mengajak masyarakat utamanya ibu-ibunya untuk berjualan kue-kue trasdisional.
“InsyaAllah kedepan kita bangun pondok-pondok untuk makan, kemudian diramaikan dengan jualan makan jaman dulu yang tradisional,seperti saraba, surabe dan lainya. Dengan mengajak masyarakat sekitar kita dapat membantu mereka untuk beraktifitas dan mendapatkan uang tambahnya,” lengkapnya. ABS