Ahli Kertas Asal Amerika Kunjungi Museum Sulteng

  • Whatsapp

KAMONJI, MERCUSUAR – Museum Negeri Sulawesi Tengah menerima kunjungan ahli kertas asal University of Iowa Center for the Book  (UICB), Amerika Serikat, Lisa Miles, Selasa (17/4/2018). Kunjungan Lisa Miles ini diterima oleh Kepala Seksi Permuseuman pada UPTD Taman Budaya dan Museum Negeri Sulteng, Iksam, MHum, beserta segenap staf Museum Negeri Sulteng.

Dalam kunjungannya, pengelola Dutchess Press yang bergerak di bidang pembuatan kertas buatan tangan (handmade paper) ini, menjelaskan tentang sejarah penggunaan kertas di dunia. Kata dia, berdasarkan hasil kunjungan dan penelitiannya di sejumlah negara, dirinya menemukan, penggunaan kertas paling tua, berasal dari wilayah Meksiko dan Indonesia.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

Usai memberikan pemaparan singkat, peraih Magister Fine Art (MFA) di UICB ini, berkesempatan melihat langsung koleksi yang ada di Museum Negeri Sulteng, terutama koleksi yang berkaitan dengan kajiannya, seperti koleksi Alquran tulisan tangan yang ditulis di kertas berbahan dasar kulit kayu.

Di tengah-tengah kunjungannya, Lisa juga berkesempatan berdiskusi dengan sejumlah pegiat Komunitas Historia Sulawesi Tengah (KHST), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, pemerhati budaya, serta sejumlah mahasiwa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) serta Universitas Tompotika (Untika). Pada kesempatan tersebut, Lisa juga melihat langsung koleksi arsip statis yang dikumpulkan oleh KHST, yang disimpan di ruang penyimpanan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, yaitu Stamboom Magaoe Palu tahun 1927, sejumlah dokumen obligasi, serta arsip perjanjian Korte Verklaring Kerajaan Palu.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

Melihat arsip tersebut, Lisa terlihat antusias dan mencoba menebak jenis, tahun, serta produsen pembuatan kertas dari arsip-arsip tersebut. Arsip Stamboom Magaoe Paloe tahun 1927 misalnya, kata dia menggunakan kertas komersil buatan eropa, yang diproduksi sekitar akhir abad ke 19. JEF

 

Baca Juga