PALU, MERCUSUAR – Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin), Airlangga Hartanto menantang mahasiswa Universitas Tadulako menjadi pengusaha.
Hal ini diungkapkan dalam kunjungannya di Untad yang didampingi Sekretaris Jenderal Kemenperin, Haris Munandar dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulteng Mohamad Arif Latjuba, di ruang teater Untad, Jumat (20/4/2018). Ikut mendampingi anggota DPR RI dari Sulteng, Muhidin M Said.
“Karena target kami adalah UMKM, maka jumlah entrepreneur diperbanyak. Kami berharap Untad memiliki mahasiswa yang memiliki jiwa entrepreneur,” katanya.
Dalam kunjungan ini, Airlangga memberikan kuliah umum bertajuk revolusi industri Indonesia 4.0 dan implikasinya pada pengembangan ekonomi kawasan dan pengembangan daerah. Berdasarkan tema ini, menurutnya, dalam pengembangan daerah dibutuhkan gerakan dari pemuda, khususnya mahasiswa. Sebab, mahasiswa merupakan calon pemegang tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang.
“Terkait dengan industri yang terus berkembang, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian sangat berkepentingan dengan hal itu,” katanya.
Disamping itu lanjut Airlangga, Indonesia ke depan akan menghadapi bonus demografi, di mana penduduk usia produktif lebih banyak dibanding penduduk usia lanjut. Hal ini menandakan pertumbuhan ekonomi relatif tinggi dikarenakan jumlah usia produktif lebih besar.
“Kalian tahu di Sulawesi Tengah ada Inkubator Bisnis, Maleo Techno Center. Inilah tempat kalian untuk mencari informasi dan inovasi apa saja yang dibutuhkan ke depan. Kita mempunyai potensi ini yang tidak boleh disia-siakan,” ujar Airlangga.
Ia mengemukakan, berdasarkan hasil penelitian lembaga Pricewaterhouse Coopers, pada tahun 2045 Indonesia diprediksi akan menempati posisi ke 4 di bidang perekonomian. Melihat hasil ini, Airlangga berpendapat hal itu bisa saja terjadi karena jumlah penduduk Indonesia yang besar yang menyebabkan konsumsi rumah tangga dalam negeri terus menggerakkan roda perekonomian, lantaran konsumsi sektor industri makanan, minuman, tekstil, otomotif, dan kimia diprediksi paling berpengaruh.
Airlangga menyebutkan lewat angka pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, Sulteng harus memberikan dampak positif terhadap masyarakat banyak. Maka dari itu, ke depan laju pertumbuhan ekonomi harus dari segala sektor, salah satunya menambah pelaku usaha.
Untuk mewujudkan hal itu, Airlangga berjanji kembali mengunjungi Universitas Tadulako untuk melihat sejauh mana perkembangan dunia bisnis dan jumlah mahasiswa yang berprofesi sebagai pengusaha. “Tahun depan saya akan kembali ke sini, pak wakil rektor yang bertanggungjawab harus ada mahasiswa pengusaha,” katanya. BOB/JEF