TAIPA-MERCUSUAR- Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Palu (SMK Muhipa) mengakhiri kegiatan Forum Ta’ruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) dengan menggelar kegiatan outbond, di salah satu pantai wisata, di Kelurahan Taipa, Kecamatan Palu Utara, Sabtu (13/7/2019), yang diikuti 250 siswa.
Kepala SMK Muhipa, Siti Rahma, mengatakan, kegiatan outbond, merupakan rangkaian penutupan kegiatan Fortasi, atau yang dikenal dengan nama PLS, bertujuan untuk menjalin kebersamaan diantara sesama siswa baru, sebab dalam sistim permainan outbond, digelar secara berkelompok, setiap kelompok akan saling menyokong untuk kemudian, meraih kemenangan dari kelompok lain.
“Begitu juga nantinya saat sudah kembali ke sekolah, semua siswa harus kompak, untuk mendukung prestasi sekolah, dan juga sesama siswa,” tekannya, saat memberikan sambutan dan membuka kegiatan outbond.
Lanjut Ningsih, sapaan akrabnya, selain untuk menjalin kebersamaan, kegiatan outbond juga, adalah bagian dari rekreasi bagi siswa, setelah mereka selama kurang lebih tiga mengikuti kegiatan FORTASI, di dalam kelas, ada yang mengalami kejenuhan, kemudian di luar sekolah, mereka membangun keseruan dengan sesama teman sekolahnya.
Dalam kegiatan itu, seluruh siswa terlihat menikmati beragam permainan menantang, dan membutuhkan kebersamaan dan kerja tim, mulai dari memasukan karet gelang di dalam pipet, yang ditancapkan di tanah, yang jaraknya cukup jauh, dan dipisahkan dengan seutas tali, yang dibuat segi empat bujur sangkar, tiap kelompok harus memegang temannya, agar tidak terjatuh, saat menaruh karet gelag di pipet atau sedotan.
Ada juga yang membawa sebuah bola, dengan menggunakan seutas tali, setiap orang harus mengikuti instruksi pemimpinnya, sebab jika tali kendor, maka bola akan terlepas, sebelum dimasukan ke dalam kardus. Banyak kelompok yang tidak lolos, ketika memainkan memindahkan bola pingpong dengan mulut, menggunakan sendok plastik, ke sendok lainnya, yang juga dijepit oleh mulut temannya.
“Kurang lebih delapan permainan yang kami siapkan, kemudian ditangani kurang lebih puluhan guru, yang sudah berpengalaman, memainkan permainan outbond ini. Dari bahan yang sederhana, namun bisa melahirkan keseruan,” ucap ketua panitia kegiatan, Julian Satriono, kepada koran ini.
Usai outbond digelar, acara bebas digelar, dan ini yang paling ditunggu oleh siswa, semuanya bisa mengakses wahana water boom, secara gratis, karena pihak sekolah sudah menyewa, sekalian dengan lahan kegiatan outbond. Usai shalat duhur, acara pun ditutup secara resmi, oleh Wakasek Kesiswaan, yang juga merangkap sebagai ketua panitia kegiatan. (NDA)