SIRANINDI, MERCUSUAR — Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyerangan dengan cara disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Jumat (13/3/2026). Insiden tersebut menyebabkan korban mengalami luka serius dan memicu kecaman dari berbagai pihak.
Peristiwa penyerangan terjadi secara tiba-tiba saat korban berada di ruang publik. Pelaku diduga telah menyiapkan cairan berbahaya sebelum menyiramkannya ke arah tubuh korban, sehingga menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi kejadian.
Tindakan kekerasan tersebut dinilai sebagai perbuatan tidak berperikemanusiaan dan mencederai rasa aman masyarakat, terlebih terjadi di tengah suasana bulan suci Ramadan.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah, Prof. Zainal Abidin, mengecam keras aksi pelaku yang dinilainya tidak beradab serta bertentangan dengan nilai agama dan kemanusiaan.
Ia menegaskan bahwa tindakan penyiraman air keras kepada sesama manusia merupakan perbuatan keji yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan, apalagi dilakukan di momentum Ramadan yang seharusnya menjadi waktu untuk menebarkan kebaikan.
Menurutnya, bulan Ramadan seharusnya menjadi waktu bagi setiap orang untuk menahan diri dari perbuatan yang dapat merugikan orang lain serta memperkuat nilai-nilai moral dan kemanusiaan.
FKUB Sulawesi Tengah juga meminta aparat kepolisian segera bertindak cepat dan profesional untuk mengungkap pelaku serta motif di balik penyerangan tersebut.
Pengungkapan kasus ini dinilai penting untuk memberikan keadilan bagi korban sekaligus menjaga rasa aman masyarakat.
Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar seluruh elemen masyarakat menolak segala bentuk kekerasan serta terus memperkuat nilai persatuan dan kemanusiaan dalam kehidupan sosial. */JEF






