PALU, MERCUSUAR — Ketua APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menegaskan pentingnya penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang tepat sasaran serta bebas dari penyalahgunaan oleh oknum di sektor migas.
Menurut Wijaya, distribusi BBM subsidi harus diawasi secara ketat agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
“Penyaluran BBM subsidi harus tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum mafia migas,” ujarnya.
Ia menambahkan, kepastian kebijakan pemerintah terkait harga dan ketersediaan BBM menjadi faktor krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi, khususnya bagi dunia usaha.
Wijaya menilai, kenaikan harga BBM akan berdampak langsung terhadap kenaikan harga barang dan jasa, yang pada akhirnya menekan daya beli masyarakat.
“Kalau harga BBM naik, maka harga semua barang dan jasa pasti ikut naik. Ini akan berdampak pada perlambatan ekonomi,” jelasnya.
Karena itu, APINDO Sulteng meminta pemerintah segera memberikan kepastian terkait kebijakan harga BBM, sekaligus memastikan ketersediaan stok di lapangan tetap aman.
Selain itu, pihaknya juga menekankan bahwa stabilitas sektor energi memiliki kaitan langsung dengan biaya produksi dan distribusi di berbagai sektor usaha.
Dalam pernyataan sikap sebelumnya, APINDO Sulteng juga menyoroti tekanan biaya produksi akibat kenaikan harga energi global yang dalam beberapa sektor mencapai 10 hingga 40 persen dalam waktu singkat. Dengan kondisi tersebut, APINDO Sulteng mendorong pemerintah untuk menghadirkan kebijakan energi yang terukur, tepat sasaran, serta mampu menjaga keseimbangan antara stabilitas ekonomi dan keberlanjutan dunia usaha. */JEF





