PALU, MERCUSUAR – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Perjuangan melaksanakan Focus Group Discussion, Rabu (24/8/2022), bertempat di Best Western Coco Hotel Palu. Focus Group Discussion ini mengambil tema “Mempercepat Realisasi Peremajaan Sawit Rakyat, Sarana Prasarana dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pekebun Sawit untuk Memperbaiki Tata Kelola Kelapa Sawit Indonesia Berkelanjutan”.
Focus Group Discussion ini dirangkaikan dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) APKASINDO Perjuangan Provinsi Sulteng periode 2022-2027 dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APKASINDO se-Sulteng.
Pelantikan DPW APKASINDO Perjuangan Provinsi Sulteng dan DPD APKASINDO Perjuangan se-Sulteng periode 2022-2027, dilakukan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKASINDO Perjuangan, Alpian Arahman. Pelantikan ditandai dengan penyerahan pataka dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APKASINDO Perjuangan, Alpian Arahman kepada Ketua DPW APKASINDO Perjuangan Provinsi Sulteng, Daniar dan Ketua DPD APKASINDO Perjuangan se-Sulteng.
Ketua DPW APKASINDO Perjuangan Sulteng, Danuri, dalam sambutannya mengatakan, APKASINDO Perjuangan bersinergi mewakili suara petani di Sulteng, dan bersama stakeholder terkait di Sulteng, akan terus mengawal kebijakan pemerintah terutama regulasi perkebunan kelapa sawit, demi terwujudnya kesejahteraan petani kelapa sawit di Sulteng.
Ketua Dewan Pembina DPW APKASINDO Perjuangan Provinsi Sulteng, Moh. Hidayat Lamakarate dalam sambutannya mengatakan, semoga pelantikan ini menjadi pelecut semangat untuk menjadikan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas utama Sulteng.
Lanjut dia, hal-hal juga yang harus diperhatikan adalah kesejahteraan petani sawit yang berada di luar lokasi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Menurutnya, ruang bagi petani kelapa sawit terutama soal harga jual sawit, yang menjadi persoalan utama para petani kelapa sawit.
“Pemerintah harus hadir dan peduli dengan aspek kesejahteraan petani, terutama soal harga jual kelapa sawit, dengan menetapkan standar harga yang baik dan tidak merugikan petani. Hal ini juga harus menjadi perhatian pengurus APKASINDO Perjuangan, baik nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPP APKASINDO Perjuangan, Alpian Arahman dalam sambutannya, mengucapkan selamat atas pengurus DPW APKASINDO Perjuangan Provinsi Sulteng dan DPP APKASINDO Perjuangan se-Sulteng atas pelantikan tersebut. Pihaknya berharap, amanah yang diberikan dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, FGD kali ini penting dilakukan, untuk mendorong pemerintah melakukan percepatan realisasi peremajaan sawit rakyat (PSR), sarana prasarana dan pengembangan sumber daya manusia pekebun sawit, untuk memperbaiki tata kelola kelapa sawit Indonesia berkelanjutan. Hal ini kata dia, demi mewujudkan kesejahteraan petani kelapa sawit.
“Melalui momen HUT ke-77 RI, mari kita gaungkan bersama, semangat untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, juga membangun kemitraan, demi mewujudkan kesejahteraan petani kelapa sawit,” ujarnya.
Gubernur Sulteng diwakili Kepala Bidang Produksi dan Perlindungan Tanaman Perkebunan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng, Simpra Ulit Tajang, dalam sambutannya mengatakan, APKASINDO Perjuangan adalah mitra pemerintah daerah, utamanya Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng dan untuk itu menurutnya diperlukan sinergi yang baik.
Lanjutnya, hal yang perlu dilakukan saat ini adalah bersinergi mengoptimalkan penyerapan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Focus Group Discussion yang dilaksanakan, menghadirkan sejumlah narasumber, seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulteng, Direktorat Jenderal Perkebunan, BPDPKS, Gapki Sulteng, Bank Sulteng, serta ATR/BPN Provinsi Sulteng. Kegiatan FGD ini didanai dan didukung oleh Kementerian Keuangan, melalui BPDPKS. JEF