PALU, MERCUSUAR – Yayasan Arkom Indonesia meluncurkan buku berjudul “Pilah, Pilih, Pulih”, sebuah dokumentasi perjalanan pemulihan berbasis komunitas yang berlangsung di Kota Palu dan Kabupaten Donggala pascabencana 2018. Peluncuran buku tersebut digelar di Swiss-bell Hotel Palu, Jumat (6/3/2026), sehari sebelum pengoperasian penerbangan perdana Indonesia AirAsia rute Surabaya–Makassar–Palu pada 7 Maret 2026.
Buku ini merekam berbagai pengalaman dan pembelajaran masyarakat penyintas dalam membangun kembali kehidupan mereka setelah gempa, tsunami, dan likuefaksi yang melanda Sulawesi Tengah pada 2018. Dokumentasi yang disajikan tidak hanya berbicara tentang pembangunan kembali hunian atau infrastruktur, tetapi juga tentang proses belajar bersama, penguatan kapasitas warga, serta upaya menjaga harapan selama proses pemulihan.
Direktur Yayasan Arkom Indonesia, Yuli Kusworo mengatakan, perjalanan pemulihan tersebut tidak mungkin berlangsung tanpa kolaborasi berbagai pihak. Menurutnya, buku ini disusun sebagai ruang berbagi pengalaman agar proses pemulihan berbasis komunitas di Palu dapat menjadi referensi bagi wilayah lain.
“Pemulihan bukan proses singkat. Dukungan dari berbagai pihak memungkinkan kami untuk terus mendampingi masyarakat secara berkelanjutan. Buku ini menjadi ruang berbagi pembelajaran agar pengalaman di Palu dapat menjadi referensi bagi wilayah lain,” ujarnya.
Program pemulihan yang didokumentasikan dalam buku tersebut, berawal dari kampanye solidaritas regional bertajuk #ToIndonesiaWithLove yang digagas AirAsia Foundation setelah bencana besar melanda Palu dan Lombok pada 2018. Melalui kampanye tersebut berhasil dihimpun dana sekitar Rp13 miliar dari berbagai donasi, termasuk kontribusi dari AirAsia.
Dana tersebut kemudian disalurkan kepada Yayasan Arkom Indonesia yang mendampingi masyarakat terdampak dalam pembangunan hunian yang lebih aman dan berkelanjutan. Melalui program tersebut, sebanyak 95 unit hunian tahan gempa berhasil dibangun bagi 95 keluarga penyintas di sejumlah wilayah terdampak di Kota Palu dan Kabupaten Donggala. Selain pembangunan rumah, program ini juga mencakup pendampingan kepada empat desa dan kelurahan, yakni Kelurahan Mamboro Barat dan Mamboro di Kota Palu serta Desa Tanjung Padang dan Desa Tompe di Kabupaten Donggala.
Pendampingan tersebut meliputi penyusunan perencanaan berbasis risiko bencana yang kemudian disahkan oleh pemerintah daerah setempat, serta pembangunan fasilitas komunitas seperti ruang bersama dan pusat kegiatan warga.
Manager of AirAsia Foundation, Elaine Tan Mei Huei dalam kesempatan tersebut menyampaikan, pihaknya memilih bermitra dengan Arkom Indonesia karena pendekatan organisasi tersebut yang berakar pada kepemimpinan masyarakat.
“Kami memilih bermitra dengan Yayasan Arkom Indonesia karena telah mengenal baik pendekatan mereka yang berakar pada kepemimpinan masyarakat. Langkah dan kerja Arkom selalu berpijak pada kearifan lokal, budaya, dan aksi kolektif, dengan menempatkan para penyintas sebagai pusat dari setiap proses pemulihan,” ujarnya.
Selain mendukung pembangunan kembali hunian warga, AirAsia Foundation juga memberikan dukungan pendanaan untuk penyusunan dan penerbitan buku dokumenter “Pilah, Pilih, Pulih.” Dokumentasi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan mengenai ketahanan terhadap bencana, sekaligus referensi bagi wilayah lain di Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara yang menghadapi tantangan serupa.
Dalam kegiatan peluncuran buku tersebut, Pemkot Palu turut menyampaikan apresiasi terhadap berbagai pihak yang berkontribusi dalam proses pemulihan pascabencana. Wali Kota Palu dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Sosial dan Budaya, Yudhi Riyani Firman, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemulihan dan pembangunan daerah.
Kegiatan peluncuran buku tersebut turut dihadiri oleh Kapten Akhmad Maulana Hendarto selaku Director Flight Operations of Indonesia AirAsia bersama jajaran, pihak AirAsia Foundation, mantan Kepala BPBD Kota Palu, Singgih B. Prasetyo, perwakilan sejumlah OPD di lingkup Pemkot Palu, masyarakat penerima manfaat di wilayah Mamboro, jurnalis, serta undangan lainnya. JEF






