Bangun Musalah Terapung di Surga yang Tersembunyi

  • Whatsapp

KABONGA, MERCUSUAR – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Moh. Syukri Andi Yunus, Dirut Bank Sulteng, Rahmat Abd Haris, Deputi Bisnis Pegadaian Area Palu, Agus Tokhid, dan pimpinan BPR Palu Lokadana Utama, Ali Bahadjai sepakat untuk membangun musalah terapung di kawasan wisata mangrove di Kabonga Besar, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala.

Kesepakatan spontanitas itu dikemukakan keempatnya saat penyerahan bantuan pembangunan Rumah Bintang Mangrove di kawasan wisata mangrove, Jumat (8/6) petang.

Berita Terkait

Ketika Syukri mengemukakan usulannya itu, bak gayung bersambut, Rahmat, Agus, dan Ali juga langsung siap memberikan bantuan dana untuk membangun musalah di kawasan wisata alam itu.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

“Saya sering bolak-balik Palu Donggala, tetapi tidak pernah tahu di dalam hutan bakau ini ada tempat wisata. Benar seperti yang dikemukakan Pak Syukri, ini adalah surga yang tersembunyi,” kata Rahmat.

Senada dengan Syukri, Rahmat juga menyarankan kepada anak-anak muda yang mengelola kawasan wisata itu agar menyiapkan aneka kuliner di dalam kawasan hutan mangrove. Sehingga, para pengunjung tidak perlu membawa bekal atau keluar untuk mencari makan.

“Dalam suasana indah, nyaman, asri, dan sejuk seperti ini, paling lengkap sudah bila ada ikan bakar. Yang menyediakannya harus warga di sekitar, sehingga mereka merasakan dampak ekonomisnya,” kata Rahmat.

Sebelumnya, keempatnya sempat bergurau terlalu cepat lahir. Sebab ternyata di Kabonga Besar terdapat suatu tempat wisata alam yang sangat luar biasa indahnya.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

“Kalau masih remaja, pasti saya akan selalu ke sini,” kata Syukri. “Ya, pasti datang tidak sendiri, tetapi dengan teman lain jenis,” sambung Rahmat yang kemudian meledak gelak tawa hadirin.

Syukri juga memuji kelompok anak muda yang mengelola kawasan wisata itu. OJK menurutnya memberikan bantuan karena mereka juga peduli dengan lingkungan. “OJK akan membantu agar program-program yang ditetapkan bisa dijalankan,” katanya.

Sementara Taufan dari komunitas Rumah Bahari Gemilang (Rubalang) menjelaskan, bantuan dari OJK tadi akan digunakan untuk membangun Rumah Bintang Mangrove. Rumah ini nantinya akan dijadikan rumah baca.

Diharapkan anak-anak di sekitar wisata itu dapat mengenal lebih jauh tentang mangrove. Dengan demikian nantinya mereka juga bisa menjadi pemandu di kawasan itu karena sudah paham benar tentang hutan mangrove.

Pilihan Redaksi :  Untad Bersama Pemkab Poso Deklarasikan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pamona Selatan

Menurutnya, rumah itu juga akan dijadikan penelitian serta fungsi lainnya. Diharapkan nanti rumah itu justru menjadi pusat edukasi bagi siapa saja yang berminat untuk mempelajari lebih jauh tentang hutan mangrove.

Tentang saran dari Kepala OJK dan Dirut Bank Sulteng tadi, ia mengatakan siap menyediakan aneka kuliner di kawasan itu. Menurut Taufan, buah mangrove nanti dapat diolah menjadi kripik dan juice.

“Ini akan menjadi kuliner khas di kawasan wisata mangrove,” katanya.

Sebelumnya Zulfikar dari OJK melaporkan, pihaknya memiliki program budaya kerja OJK inspiratif. Program ini bermuara untuk memberdayakan masyarakat.MAN

 

 

Baca Juga