PARIGI MOUTONG, MERCUSUAR – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) sekira pukul 17.00 WITA pada Jumat (3/4/2026), memicu terjadinya banjir di sejumlah desa di Kecamatan Taopa dan Kecamatan Moutong.
Peristiwa tersebut baru diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parmout, pada pukul 20.00 WITA di hari yang sama.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pada Sabtu (4/4/2026), disebutkan bahwa banjir melanda Desa Gio Barat, Moutong Utara, Pande, dan Pandelalap di Kecamatan Moutong. Sementara di Kecamatan Taopa, genangan air merendam Desa Paria, Tompo, dan Sibatang.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Parmout, Rivai menerangkan bahwa peristiwa banjir disebabkan luapan sungai akibat curah hujan tinggi dan merendam pemukiman serta lahan pertanian warga.
Ia menyebut, adapun warga yang terdampak di Desa Gio Barat tercatat sebanyak 35 Kepala Keluarga (KK) dengan rincian 20 balita, 10 lansia, dan 1 penyandang disabilitas. Di Desa Pande, sebanyak 95 jiwa turut terdampak, termasuk 2 bayi dan 3 lansia.
Sementara itu, di Desa Pandelalap terdapat 80 KK terdampak. Sedangkan di Desa Moutong Utara, jumlah terdampak tersebar di dua dusun, yakni 7 KK di Dusun I dan 60 KK di Dusun III.
Dalam peristiwa ini tercatat dampak cukup besar terjadi di Kecamatan Taopa. Di Desa Tompo, jumlah warga terdampak tersebar di beberapa dusun, yakni Dusun I sebanyak 38 KK, Dusun III 97 KK, Dusun IV 62 KK, Dusun V 37 KK, serta Dusun VI sebanyak 29 KK. Sementara di Desa Paria, warga terdampak tercatat di Dusun III sebanyak 15 KK dan Dusun IV sebanyak 25 KK.
Akibat banjir tersebut, sejumlah warga sempat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di Desa Gio Barat, 1 KK dengan jumlah 4 jiwa termasuk 1 balita dilaporkan telah mengungsi. Di Desa Pandelalap, terdapat 4 KK mengungsi yang terdiri dari 1 balita dan 1 lansia. Sedangkan di Desa Pande, sebanyak 2 KK atau 8 jiwa mengungsi, termasuk 1 bayi dan 1 lansia.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Di Desa Gio Barat, tercatat 1 unit rumah mengalami rusak ringan. Di Desa Pande sebanyak 20 rumah dan Desa Pandelalap sebanyak 75 rumah.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum. Di Dusun I Desa Pandelalap, tiga titik tanggul dilaporkan jebol. Termasuk, satu tanggul di Desa Pande dan dua lainnya di Desa Tompo. Kemudian, satu jembatan menuju kantong produksi juga mengalami kerusakan akibat plat beton yang jebol.
Selain itu, sejumlah fasilitas umum di Desa Pande seperti bangunan sekolah PAUD dan Alkhairaat, masjid, serta kantor desa juga ikut terendam banjir.
Bukan hanya permukiman dan infrastruktur, sektor pertanian juga mengalami hal serupa. Di Desa Pandelalap, kebun sawit seluas 3 hektar dilaporkan terendam, disusul kebun palawija terdiri dari jagung dan cabai seluas 1 hektar serta kebun kelapa seluas 5 hektar. Di Desa Pande, kebun jagung sekitar 10 hektar juga dilaporkan mengalami kerusakan total. Termasuk, kebun kakao sekitar 15 hektar dan kebun kelapa sawit sekitar 5 hektar.
Sebagai tindak lanjut, Rivai menerangkan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melakukan penanganan awal di lapangan dengan melibatkan aparat desa, masyarakat, Babinsa, relawan TRC Kecamatan Moutong dan Taopa, serta tim TRC BPBD Parmout.
“Tim sudah turun melakukan kaji cepat dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta unsur terkait. Fokus kami saat ini, memastikan kondisi warga tetap aman dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tutur Rivai.
Ia pun menambahkan, adapun sejumlah kebutuhan mendesak yang perlu segera ditangani pihak terkait, antara lain distribusi logistik penanggulangan bencana, penutupan tanggul yang jebol, normalisasi sungai, serta perbaikan jembatan kantong produksi di Desa Tompo dan pelebaran drainase di Desa Moutong Utara.
“Saat ini, kondisi banjir di sebagian besar wilayah dilaporkan telah surut dan para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Namun, genangan air masih terlihat di sejumlah area perkebunan warga,” pungkas Rivai. AFL






