BI Sulteng Minta Pengusaha Tahan Impor

  • Whatsapp
bank indonesia (1)

PALU, MERCUSUAR – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng Miyono meminta pengusaha yang ada di Sulteng untuk menahan impor  jika tidak terlalu dibutuhkan. Hal ini berkaitan dengan tingginya pertumbuhan impor  di Sulteng selama triwulan II 2018.

Hal tersebut ia sampaikan dalam temu responden survei dan kontak liaison 2018 di Mercure Palu Hotel, Rabu (15/8/2018).  

Berita Terkait

Miyono menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Sulteng pada triwulan II hanya tumbuh sekitar 0,03 % (yoy). Pertumbuhan ini dibawah proyeksi BI Sulteng. Secara gambaran, ekonomi Sulteng masih tumbuh secara baik, hanya saja mengalami penurunan tren, karena nilai ekspor yang turun akibat  beberapa perusahaan yang mendorong pertumbuhan ekspor seperti PT Donggi Sinoro sempat tidak berproduksi karena mesin harus diberhentikan sementara.

Pilihan Redaksi :  Vaksinasi Covid-19 Sulteng Capai 1.139.362 Jiwa

PENGHARGAAN – Kepala BI Sulteng, Miyono memberikan penghargaan kepada tiga perusahaan yang dinilai menjadi responden terbaik pada tahun 2018. FOTO : RESTI ANANDA/MS

 

Tingginya impor Sulteng juga disebabkan karena sebagian bahan baku PT IMIP harus diimpor, ini menjadi salah satu penyebab pertumbuhan ekonomi pada triwulan II di Sulteng tidak tumbuh lebih tinggi.  Padahal untuk sektor pertanian pada triwulan tersebut mengalami pertumbuhan yang cukup baik.

“Untuk itu kita meminta kepada bapak dan ibu sekalian untuk menahan dulu impor jika tidak terlalu penting,” ujarnya.

Kepala BI Sulteng juga menjelaskan, saat ini Indonesia sedang mengalami tekanan, walaupun tidak terlalu dalam. Tekanan ini mengharuskan BI untuk menggunakan cadangan devisa untuk terus menjaga kestabilan perekonomian di Indonesia. Untuk memperkuat perekonomian di Indonesia pun, BI berharap para pengusaha atau perusahaan untuk tidak menyimpan valas di luar negeri.

Pilihan Redaksi :  Daerah Nihil Kasus COVID-19 di Sulteng Bertambah

“BI berusaha untuk menahan nilai tukar, untuk menguatkan rupiah hanya dengan cara memperkuat cadangan devisa. Agar cadangan devisa kita kuat, perusahaan jangan menyimpan valasnya di luar negeri dan tidak perlu impor jika tidak terlalu penting. Karena ketersediaan valas menjadi sangat penting agar cadangan devisa bisa terkendali dan bisnis akan baik serta inflasi juga akan terkendali dengan baik,” jelasnya.

Miyono juga mendorong Pemprov Sulteng menggenjot investor masuk ke Sulteng, mendorong ekspor serta meningkatkan industri pariwisata.  Dengan langkah-langkah tersebut, Sulteng bisa mendapatkan valas lebih banyak dan menjaga stabilitas perekonomian daerah.

Dalam temu responden survei dan kontak liaison 2018 ini, Miyono juga berterimakasih kepada semua perusahaan karena sudah melancarkan proses survei dan kontak liaison 2018.  BI juga memberikan penghargaan kepada tiga perusahaan yang dinilai memberikan responden terbaik tahun ini. Selain itu BI Sulteng juga mengundang langsung Merry Riana untuk memotivasi para responden agar  ikut bermimpi sejuta dollar bersama. RES

Baca Juga