BMKG Peringatkan Banjir dan Longsor di Sulteng Akhir Januari

Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Minggu (11/1/2026) lalu. FOTO: JEFRI/MS

TALISE, MERCUSUAR – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada periode 21–31 Januari 2026. Peringatan ini disampaikan seiring masih tingginya intensitas hujan pada dasarian III Januari.

Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan, sebagian besar wilayah Sulteng masih berada pada fase musim hujan aktif, dengan curah hujan yang diperkirakan mencapai lebih dari 300 milimeter per dasarian di beberapa daerah rawan.

Wilayah yang masuk kategori rawan banjir dan longsor meliputi Kota Palu, Kabupaten Poso, Tojo Una-Una, Morowali, dan Morowali Utara. Curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan terjadi secara bertahap dan berulang, sehingga meningkatkan risiko genangan, luapan sungai, banjir bandang, serta pergerakan tanah di daerah perbukitan dan aliran sungai.

BMKG mencatat, potensi hujan lebat diprediksi terjadi antara lain pada 21 dan 24 Januari di wilayah Poso Pesisir Selatan dan Tojo Una-Una, serta pada 28 hingga 31 Januari di wilayah Morowali, Morowali Utara, Tojo Una-Una, dan sebagian Kabupaten Banggai, khususnya Kecamatan Toili.

Kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh fenomena La Nina lemah yang masih aktif hingga awal 2026, sementara Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase netral. Kombinasi faktor tersebut berkontribusi terhadap tingginya suplai uap air di wilayah Sulawesi Tengah.

BMKG menegaskan, meskipun tidak terdapat peringatan dini kekeringan meteorologis pada periode ini, masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah padat penduduk, daerah bantaran sungai, serta kawasan dengan riwayat longsor.

BMKG merekomendasikan pemerintah daerah, BPBD, dan instansi terkait untuk menyiapkan langkah mitigasi, termasuk pemantauan debit sungai, kesiapsiagaan evakuasi, serta penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat. Warga di daerah rawan juga diimbau untuk menghindari aktivitas di lereng curam dan sungai saat hujan deras berlangsung. */JEF

Pos terkait