PALU, MERCUSUAR – Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu, Mardianto mengingatkan kepada sarana peredaran produk pangan, seperti ritel atau distributor, untuk memerhatikan pengelolaan gudang penyimpanan, untuk menjaga kualitas produk yang diperdagangkan kepada masyarakat.
“Perhatikan kondisi penyimpanan, suhunya harus dipantau, termasuk pengendalian hama harus tersedia. Perhatikan bagaimana penataan gudangnya, termasuk menjaga kebersihan dan kerapian. Jangan sampai hanya karena salah melakukan penyimpanan, menyebabkan produk yang belum kedaluwarsa bisa rusak,” tutur Mardianto kepada wartawan, usai melaksanakan peninjauan di salah satu ritel di Palu, Rabu (18/2/2026).
Mardianto menyebut, pihaknya bersama lintas sektor terkait melaksanakan intensifikasi pengawasan produk pangan, utamanya menyambut momen Ramadan dan Idulfitri 1446 H, dimulai pada Rabu (18/2/2026). Pengawasan tersebut bertujuan sebagai pengawalan keamanan dan mutu pangan di sarana-sarana peredaran. Intensifikasi tersebut akan terus berlangsung hingga jelang Idulfitri.
“Kami mau memastikan bahwa produk pangan yang diperjualbelikan atau diedarkan memenuhi standar keamanan dan mutunya. Dalam rangka peringatan hari besar keagamaan, biasanya permintaan terhadap produk pangan meningkat,” ujarnya.
Selain pada sarana gudang penyimpanan produk, Mardianto mengatakan pihaknya juga berfokus pada produk-produk yang tersedia, seperti izin edar, kondisi kemasan, serta kedaluwarsa.
“Fokus kami ke sarana peredaran mulai dari hulu atau rantai pasok, yakni importir, distributor, grosir, termasuk supermarket, pasar tradisional. Tidak hanya secara offline, tetapi juga online seperti di e-commerce,” imbuhnya.
“Pengawasan kami mengedepankan fungsi pembinaan. Harapannya, melalui pengawasan ini, ada perbaikan-perbaikan terhadap pengelolaan komoditas pangan,” tandas Mardianto. IEA






