TANAMODINDI, MERCUSUAR – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda yang digelar bagi aparatur dari berbagai kabupaten/kota di Sulteng.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) BPSDM Sulteng, Mohammad Fadhly, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kemampuan para peserta dalam mengelola potensi wisata yang tersebar di seluruh daerah Sulawesi Tengah.
“Melalui pelatihan ini, mereka mendapatkan banyak materi pembelajaran untuk mengelola potensi wisata secara lebih profesional. Dengan pengelolaan yang baik, sektor pariwisata dapat memberi dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Pihaknya menambahkan, pariwisata yang dikelola secara optimal tidak hanya meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan wisata. Karena itu, pelatihan ini dipandang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas SDM, khususnya di lingkungan Dinas Pariwisata Sulteng.
Pelatihan tersebut diikuti oleh 32 peserta yang berasal dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta perwakilan dari berbagai kabupaten di Sulawesi Tengah. Menariknya, pelatihan ini baru dua kali dilaksanakan di Indonesia, yakni pertama di Jawa Timur dan kedua di Sulawesi Tengah.
“Kata sederhananya, ketika pemerintah ingin mengelola pariwisata, maka SDM-nya harus disiapkan terlebih dahulu. Dan pelatihan inilah jawabannya,” tambah Fadhly.
Sementara itu, Plt. Kepala BPSDM Provinsi Sulteng, Moh. Yasin Baculu, menekankan, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif harus menghasilkan sosok ASN yang smart, yakni aparatur yang siap menghadapi era disrupsi dan kompleksitas tantangan global.
“Perubahan zaman membawa perubahan tatanan. Karena itu, kita membutuhkan ASN berkelas dunia untuk menggapai cita-cita Indonesia Emas. Para Jabatan Fungsional Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda memiliki peran besar dalam mewujudkannya,” tegasnya.
Pihaknya menambahkan bahwa semangat yang dibangun dalam pelatihan ini adalah growth mindset, konsep yang melihat bahwa keberhasilan dapat diraih melalui upaya dan pembelajaran berkelanjutan.
Dengan pendekatan tersebut, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pengelolaan dan pengembangan sektor kepariwisataan serta ekonomi kreatif secara lebih inovatif dan berkelanjutan. UTM







