PALU, MERCUSUAR – Perayaan Cap Go Meh yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama digelar Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah di Aula Milenium Waterpark, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan berbagai elemen masyarakat dalam suasana kebersamaan dan saling menghormati.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BNN Sulteng, Brigjen Pol. Ferdinand Maksi Pasule, jajaran pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Henri Kusuma Muhidin dan Mahfud Masuara, Ketua Ponpes Madinatul Ilmi Dolo, Dr. Habib Ali bin Hasan Aljufri, kalangan perbankan, jajaran pengurus PSMTI Sulteng dan APINDO Sulteng, unsur Forkopimda Kota Palu, serta sejumlah tokoh lintas agama dan masyarakat.
Ketua PSMTI Sulteng yang juga Ketua APINDO Sulteng, Wijaya Chandra menyampaikan, Cap Go Meh merupakan peringatan malam ke-15 setelah Imlek, yang bertepatan dengan purnama pertama dalam kalender Tionghoa. Secara simbolik, ia menyebut momen ini melambangkan harmoni dan kebersamaan.
“Walau kita memiliki latar belakang yang berbeda, kita tetap bisa hadir bersama dalam suasana yang penuh berkat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut terlaksana berkat dukungan keluarga besar PSMTI Sulteng dan berbagai pihak yang memiliki komitmen menjaga silaturahmi.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa kepada umat Muslim hingga Idul Fitri mendatang, seraya berharap momentum Ramadan dapat memperkuat keseimbangan diri dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Palu, Prof. Zainal Abidin, dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya memuliakan sesama manusia tanpa memandang suku, agama, ras, maupun golongan. Ia mengapresiasi inisiatif kegiatan yang mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana penuh keakraban.
Prof. Zainal Abidin juga mengapresiasi kiprah Ko Awi, sapaan akrab Wijaya Chandra yang menurutnya merupakan contoh bagaimana manusia memuliakan manusia lain tanpa memandang latar belakangnya.
Ia juga mengapresiasi kepedulian Ko Awi dalam berbagai kegiatan sosial. Menurutnya, kepedulian tersebut terlihat melalui Rumah Merah Putih Difabel Berkarya yang memberikan pelayanan tanpa diskriminasi.
“Kita membutuhkan lebih banyak figur seperti Ko Awi yang peduli terhadap kemanusiaan dan mampu menghadirkan manfaat bagi sesama,” ujarnya.
Ia juga menekankan, ibadah puasa semestinya berdampak pada peningkatan akhlak dan kepedulian terhadap sesama. “Semakin baik puasa seseorang, semakin tinggi pula kepeduliannya kepada orang lain,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan penyerahan tali asih kepada warga Tionghoa senior serta dukungan bagi Rumah Merah Putih Difabel Berkarya. Penyerahan dilakukan bersama tokoh lintas agama.
Melalui kegiatan tersebut, PSMTI Sulteng berharap semangat kebersamaan yang terbangun dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Palu. JEF






