BESUSU TENGAH, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menekankan pentingnya penguatan nilai spiritual dalam dunia pendidikan sebagai fondasi utama membentuk karakter generasi muda.
Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan retret kepala sekolah yang dilaksanakan di Masjid Raya Baitul Khairaat selama tiga hari, 3 – 5 April 2026, di mana ia mengajak para pemimpin satuan pendidikan untuk tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun akhlak dan keimanan peserta didik.
Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam membiasakan nilai-nilai keagamaan di lingkungan pendidikan, salah satunya melalui kegiatan ibadah bersama.
“Ajak anak-anak sekolah untuk sholat berjamaah. Bikin kreativitas, tidak usah takut,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Ia menjelaskan, tantangan dalam dunia pendidikan saat ini tidak cukup diselesaikan dengan pendekatan rasional semata. Peran doa dan ketergantungan kepada Tuhan, kata dia, menjadi kunci dalam menghadapi berbagai persoalan, khususnya terkait perilaku dan perkembangan siswa.
“Bapak-bapak tidak mungkin bisa menyelesaikan banyak masalah terutama anak-anak ini jika bukan karena Allah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa praktik kekerasan tidak memiliki tempat dalam dunia pendidikan. Sebaliknya, pendekatan yang mengedepankan keteladanan, akhlak, serta doa dinilai jauh lebih efektif dalam membentuk karakter peserta didik.
“Tidak ada metode pendidikan dengan kekerasan, yang ada hanya dengan akhlak, dengan doa,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar Hafid juga memperkenalkan penguatan program “Sulteng Mengaji” sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Ia meyakini, apabila nilai spiritual terus dijaga dan diterapkan secara konsisten, maka berbagai persoalan pendidikan akan lebih mudah diatasi, sekaligus mendorong tercapainya pembangunan daerah yang seimbang antara aspek material dan spiritual.
Menurutnya, retret kepala sekolah akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari strategi mewujudkan visi “Sulteng Berkah”, yakni Sulawesi Tengah yang maju secara pembangunan, namun tetap kuat dalam nilai keagamaan.
Ia pun optimistis, sinergi antara pendidikan dan pendekatan spiritual akan membawa masa depan pendidikan di Bumi Tadulako ke arah yang lebih baik.
“Insya Allah pendidikan di Sulawesi Tengah ini akan maju, mulai dari masjid, mulai dari rumah-rumah ibadah,” pungkasnya. UTM






