Gubernur Lantik Ramiyatie Menjadi Dirut Bank Sulteng

  • Whatsapp

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulawesi Tengah yang juga Pemegang Saham Pengendali PT Bank Sulteng, Rusdy Mastura melantik secara resmi Hj, Ramiyatie sebagai Direktur Utama Bank Sulteng dalam kegiatan RUPS yang dilaksanakan di Hotel BW, Rabu (7/2/2024).

Gubernur meminta Dirut Bank Sulteng yang baru untuk memajukan Bank Sulteng dan sejajar dengan bank umum lainnya. Oleh karena itu, direksi harus inovatif dalam melakukan terobosan dengan menghadirkan produk dan layanan yang unggul dan diminati masyarakat.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada dewan komisaris, direksi serta pegawai yang telah bekerja keras selama tahun 2023 sehingga Bank Sulteng dapat menghasilkan kinerja keuangan yang baik dan mendapatkan berbagai penghargaan tingkat nasional dari berbagai lembaga terkemuka.

Dirut Bank Sulteng, Ramiyatie mengatakan, pihaknya mempunyai misi di masa kepemimpinannya akan membawa Bank Sulteng menjadi regional champion di bank daerah sendiri. Selain itu, Bank Sulteng saat ini sudah menjadi market leader di Sulteng dan akan meningkatkannya menjadi 50 persen.

“Pangsa pasar kami ASN yang saat ini mencapai 30 persen dan kami menargetkan 50 hingga 70 persen market sharenya. Tantangan kami ke depan adalah digitalisasi dan saat ini Bank Sulteng mengarah ke proses digitalisasi,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Rusdy Mastura memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Bank Sulteng Tahun Buku 2023 dan menyampaikan guna pemenuhan modal inti minimum Rp3 triliun dan berdasarkan keputusan RUPS tahun sebelumnya yang telah memutuskan pelaksanaan kelompok usaha bank (KUB) antara PT. Bank Sulteng dengan PT. Mega Corpora. Maka pada tanggal 26 januari 2024 PT. Bank Sulteng dan PT. Mega Corpora telah menandatangani kesepakatan bersama tentang pelaksanaan kelompok usaha bank (KUB).
Diharapkan dengan pelaksanaan kelompok usaha bank (KUB) ini dapat meningkatkan sinergi dalam hal pemenuhan permodalan dan likuiditas, peningkatan sumber daya manusia, pelaksanaan good governance corporate (GCG) yang lebih baik dan peningkatan ekosistem perbankan.

1) Total asset dari Rp11,9 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp12,0 triliun pada tahun 2023 atau naik sebesar 0,99%.

2) Dana pihak ketiga dari Rp8,1 triliun tahun 2022 menjadi Rp7,2 triliun pada tahun 2023 atau turun sebesar 11,31%.

3) Kredit yang diberikan dari Rp6,2 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp7,0 triliun ditahun 2023 atau naik sebesar 12,75% dan;

4) Laba sebelum pajak pada tahun 2023 dari Rp320,6 miliar di tahun 2022 menjadi Rp336,3 miliar ditahun 2023 atau naik sebesar 4,90%.

Untuk menghadapi tantangan di tahun 2024 yang lebih kompetitif, maka PT. Bank Sulteng perlu meningkatkan layanan kepada masyarakat, peningkatan sumber daya manusia, perluasan jaringan kantor untuk mendukung terwujudnya sistem keuangan yang inklusif dan melakukan percepatan digitalisasi layanan dan produk agar dapat bersaing dengan produk bank-bank lain. Beliau mengharapkan kepada para bupati, wali kota dan PT. Mega Corpora selaku pemegang saham serta pengurus bank untuk :

1) Memfungsikan Bank Sulteng sebagai tempat penyimpanan dana-dana pemda sebagaimana yang telah dilakukan oleh sebagian besar pemda se Sulawesi Tengah saat ini dan bagi pemda yang belum menempatkan dananya pada Bank Sulteng, diharapkan kedepannya dapat lebih meningkatkan kerja sama dengan Bank Sulteng.

2) Kepada para pegawai di lingkungan pemerintah daerah, agar membuka rekening pada Bank Sulteng dan memfungsikan Bank Sulteng dalam fasilitas pemberian kredit pegawai.

Baca Juga