Halal Bihalal Normalkan Hubungan Anggota PDGI

  • Whatsapp
Halal Bihalal Normalkan Hubungan Anggota PDGI

PALU, MERCUSUAR – Gubernur Sulteng, Longki Djanggola diwakili oleh Asisten Administrasi Umum dan Organisasi, Moeliono, mengapresiasi halal bihalal yang digelar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) cabang Sulteng di salah satu restoran di Kota Palu, Sabtu (14/7/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan anggota PDGI dengan mengangkat tema ‘Kembali Fitrah dengan Semangat Membangun PDGI Sulawesi Tengah’.

Berita Terkait

Dalam sambutan tertulis Gubernur Longki yang dibacakan Asisten Moeliono menilai, agenda tersebut bertujuan mengingatkan manusia untuk kembali fitrah. Artinya kata dia, adalah menormalkan kembali hubungan antar pengurus dan para anggota. Di mana sebagai manusia biasa dalam muamalah keseharian, pastilah pernah terjadi silang pendapat atau bahkan komunikasi yang kurang baik, sehingga membuat rasa tidak nyaman dalam pergaulan.

Pilihan Redaksi :  Dirut Jasa Raharja Sabet Penghargaan Top BUMN Awards 2021

“Saya secara pribadi dan atas nama pemerintah daerah sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Di sini semua saling memaafkan,” ujarnya.

Ia mengharapkan diskusi tersebut diefektifkan sebagai sarana menyinkronkan program – program pengurus daerah agar selaras dengan visi-misi pengurus besar PDGI, sehingga program yang direncanakan dan dieksekusi dapat berefek positif bagi pendidikan, penelitian dan pengabdian para dokter gigi Indonesia, khususnya Sulteng.

Secara khusus, Moeliono berpesan agar seluruh jajaran PDGI Sulteng dalam menjalankan amanahnya sebagai pelayan masyarakat, untuk selalu menguatkan mental dan fisik, serta menyerahkan diri kepada Allah SWT. Ia menyadari dokter merupakan profesi yang dituntut sempurna dalam setiap kerjanya. Ini berakibat kepada tingkat stres yang cukup tinggi pula.

Pilihan Redaksi :  Terima Kunjungan M1G, Farid Podungge: Mari Kita Jaga Silaturahmi Sesama Anak Bangsa

“Saya juga sebagai akuntan memiliki tingkat stres, tapi kan ada Allah. Karena resiko bekerja di pemerintahan khususnya yang berhubungan dengan anggaran punya resiko tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika kinerja ada yang menyimpang, maka bisa dipanggil KPK, tapi jika bekerja tulus dan ikhlas  karena Allah, tidak apa-apa sampai hari tua kelak. BOB

Baca Juga