HUT ke-46 GPID Manunggal Palu, Pemkot Apresiasi Peran Jaga Kerukunan

LOLU SELATAN, MERCUSUAR — Pemerintah Kota Palu mengapresiasi peran Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) Jemaat Manunggal Palu dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan mendukung pembangunan daerah. Apresiasi tersebut disampaikan dalam perayaan HUT ke-46 GPID Jemaat Manunggal Palu yang dirangkaikan dengan ibadah pengucapan syukur di Gedung Gereja GPID Manunggal Palu, Minggu (11/10/2026).

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, diwakili Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Palu, John Yus Madoli. Dalam sambutannya, John menyampaikan ucapan selamat dari wali kota kepada seluruh jemaat.

“Atas nama Pemerintah Kota Palu, kami mengucapkan selamat HUT ke-46 kepada GPID Jemaat Manunggal Palu. Usia 46 tahun adalah usia kedewasaan iman, usia di mana jemaat telah teruji, berakar kuat, dan memberi buah bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap GPID Jemaat Manunggal Palu terus menjadi teladan dalam membangun persatuan serta menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan Kota Palu yang damai, toleran, dan sejahtera.

Perayaan tersebut mengangkat tema “Hendaklah Kamu Sehati Sepikir, Dalam Satu Kasih, Satu Jiwa, Satu Tujuan” yang diambil dari Filipi 2:2b. Adapun subtemanya adalah “Dengan Bersyukur Kita Hidup Dalam Damai Sejahtera Dan Saling Membangun Menuju Jemaat Yang Berakar, Bertumbuh dan Berbuah.”

Dalam khotbah berdasarkan Kolose 2:6–10, Pdt. Ni Ketut Suryaningsih, S.Th., mengajak jemaat untuk terus berakar di dalam Kristus dan memperteguh iman.

Ia menekankan bahwa rasa syukur menjadi bagian penting dalam kehidupan beriman, yang diwujudkan melalui kasih, kebenaran, dan sikap yang membawa damai sejahtera bagi sesama. Ia juga berharap jemaat semakin dewasa, mandiri, dan misioner serta terus memberi dampak positif bagi masyarakat Kota Palu.

GPID Jemaat Manunggal Palu berdiri pada 1980. Sejarahnya berawal dari persekutuan prajurit Yonif 711/Raksatama beserta keluarga yang beragama Kristen dan memiliki kerinduan untuk beribadah bersama.

Karena berasal dari berbagai daerah dan latar belakang denominasi gereja, persekutuan tersebut awalnya dibangun dengan semangat oikumenis atau lintas denominasi. Dalam perkembangannya, jemaat kemudian bernaung di bawah Sinode GPID yang berkedudukan di Kota Palu.

Nama “Manunggal” mencerminkan dua nilai utama, yakni semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta kesatuan umat sebagai tubuh Kristus.

Perayaan HUT ke-46 tersebut turut dihadiri Kepala Biro Hukum Provinsi Sulawesi Tengah, Adiman, anggota DPRD Kota Palu, unsur Sinode GPID, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat dan tamu undangan. Acara ditutup dengan doa pengucapan syukur, pemotongan kue ulang tahun, dan ramah tamah. */JEF

Pos terkait