Jatam Sulteng Kunjungi Redaksi Mercusuar

  • Whatsapp
jATAM

TALISE, MERCUSUAR – Sejumlah aktivis lingkungan dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan kunjungan di kantor redaksi Harian Umum Mercusuar. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh dewan redaksi Harian Umum Mercusuar, Temu Sutrisno, Jumat (3/7/2018).

Juru bicara Jatam, Alkiyat, mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk membangun kerjasama dengan harian Umum Mercusuar  dalam mengawal sektor pertambangan di Sulteng, dalam bentuk pemberitaan dari setiap hasil-hasil advokasi yang dilakukan Jatam.

Berita Terkait

Menurutnya, tahun ini Jatam fokus mengawal berbagai isu-isu pertambangan di Sulteng. Salah satunya, mengenai reklamasi setelah perusahaan tambang telah selesai mengekplorasi wilayah pertembangan tersebut. Untuk itu, Jatam akan mendorong adanya MoU terkait lahan yang ditinggalkan oleh perusahaan tambang tersebut.

Pilihan Redaksi :  FKM Untad Jalin Kerja Sama Dengan FIKES UPN Veteran Jakarta

“Dari hasil temuan kami, banyak perusahaan-perusahaan tambang tidak melakkukan reklamasi setelah meninggalkan wilayah pertambangan tersebut. Selain itu, masih ada beberapa kasus terkait pertambangan illegal di Sulteng. Sehingga, ini perlu di kawal dengan baik dengan membangun kerjasama dengan media cetak maupun elektronik,”tegasnya.

Selain itu, kata dia, kejahatan lingkungan juga kerap terjadi. Menurutnya, Hal ini bisa terjadi akibat kebijakan pemerintah yang belum tertata dengan baik. Olehnya, melalui kunjungan tersebut pihaknya berharap agar masyarakat mengetahui bahwa pengawalan kejatahan lingkungan masih ada Jatam.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Redaksi Harian Umum Mercusuar, Temu Sutrisno, mengapresiasi langkah Jatam dalam membangun kerjasama dengan media dalam mengawal aktivitas tambang di Sulteng.

Pilihan Redaksi :  Edufair Palu, Kenalkan Universitas Unggulan Indonesia

“Langkah Jatam sudah tepat. Sebab Mercusuar memiliki kepentingan dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan lingkungan yang baik. Sebab, pada penerbitan izin perusahaan tambang sangat jarang melibatkan aktivis lingkungan atau LSM lingkungan. Makanya, banyak ditemukan kejahatan-kejahatan lingkungan yang dilakukan perusahaan tambang,”kata dia.UTM

Baca Juga