Kader PKS Sulteng Doa Untuk Keselamatan Bangsa

PALU, MERCUSUAR – Menyikapi dinamika yang terjadi saat ini, PKS Sulteng menggelar doa untuk keselamatan bangsa, Minggu (31/8/2025). Kegiatan dilaksanakan secara daring, sejak pukul 04.00 Wita.

Ketua Bidang Komunikasi Digital (dulunya Humas) DPW PKS Sulteng, Abdul Hanif, mengatakan kegiatan dimulakan sebelum subuh. Diawali dengan shalat lail di masing-masing rumah, dilanjutkan zikir lalu shalat subuh di masjid yang ada di tempatnya masing-masing.

“Lalu setelah itu ketemu lagi di zoom, dilanjutkan dengan doa untuk keselamatan bangsa oleh Sekretaris Dewan Syariah, Ustadz Citrawan Kisman Djiho. Setelah itu, nasehat dari Ketua MPW Sulteng, Ustadz Iswan Kurnia Hasan, kemudian Ketua Dewan Syariah Ustadz Nurdin Hanafi, kemudian tanya jawab. Acara selesai pukul 07.00 Wita,” katanya.

Dalam nasehatnya, Kurnia Hasan, mengatakan bahwa yang terjadi saat ini, semuanya Adalah bentuk cobaan yang merupakan bagian dari proses hidup manusia. Cobaan yang paling berat itu adalah kematian. Menurutnya, bahwa cobaan yang diberikan, bisa dalam bentuk kebaikan, tetapi juga akan diberikan cobaan dalam bentuk ketidakbaikan atau Ketidaknyamanan.

“Kita melihat ada orang yang banyak memiliki kekayaan, mungkin tidak pernah berkekurangan, sungguh itu Adalah cobaan baginya. Begitupun kondisi kita yang mungkin sering berkekurangan, itu juga adalah cobaan,”katanya.

Rasulullah SAW dalam sabdanya, mengingatkan, bahwa kita jangan pernah berharap bertemu musuh, diberi musuh serta diberi cobaan. Selalu minta kepada Allah, agar diberi keselamatan, diberi keamanan dan diberi kenyamanan.“Nah acara kita subuh ini, Adalah bagian dari ikhtiar kita, meminta agar Allah memberikan keselamatan untuk bangsa ini,”katanya lagi.

Disampaikan kepada seluruh kader, bahwa para Ulama mendefinisikan atau membagi cobaan itu dalam dua hal. Yang pertama kata Ustadz Iswan, cobaan bagian atau dampak dari sesuatu yang kita lakukan. Terkadang manusia, selalu meminta agar cobaan jangan diberikan kepadanya. Tetapi di satu sisi, tanpa sadar cobaan itu datang akibat sesuatu yang dia lakukan.

“Olehnya itu, jangan membuat tindakan yang justru musuh mengarahkan kepada kita.Jangan buat statement, komen, ciutan di media sosial, sehingga menyebabkan musuh itu mendatangi kita,” katanya lagi.

Yang kedua, para ulama mengatakan, bahwa ada musibah yang memang sudah menjadi takdir atau ketentuan.Dalam kondisi seperti ini, seluruh kader PKS, terutama yang memegang Amanah sebagai pejabat publik, diminta jangan membuat tindakan yang membuat musuh mendatanginya.

“Jangan membuat tindakan,yang seakan-akan kita menantang masyarakat. Buatlah ciutan komen yang mendamaikan. PKS harus hadir sebagai Rahmatan lil aalamin,” katanya lagi.

Diuraikan, bahwa dalam QS An Nisa ayat 71, Allah meminta agar orang-orang beriman, tetap dalam kondisi kesiapsiagaan dan dalam kondisi selalu dalam kesatuan organisasi. Dalam ayat itu, secara tegas meminta kepada orang beriman, agar senantiasa waspada, kemudian hidup dan bergeraklah atas lingkungan secara kelompok-kelompok atau dalam satu satu kesatuan yang sama.

“Kita harus stand by, selalu ikuti arahan pimpinan. Alat komunikasi harus selalu dalam keadaan on, dan jangan slow respons. Sebab saat ini, dinamika atau kondisi, perubahannya sangat cepat, sehingga membutuhkan respon dan Tindakan yang cepat pula,”tandasnya.

Selain ketua Majelis Pertimbangan Wilayah, turut memberikan tausiah, Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW), Nurdin Hanafi, S.Ag, MPd. Acara dipandu, Ketua BP2KP DPW PKS Sulteng, Rusman Ramli, ST.

“Olehnya, Langkah yang dilakukan, sebagaimana yang telah dicontohkan Rasulullah SAW, agar seluruh kader PKS, menyiapkan perangkat untuk pengamanan pribadi, pengamanan organisasi dan pimpinan, serta membuat Langkah-langkah alternative,” kunci Nurdin Hanafi. MBH/*

Pos terkait