Kantor Bursa Efek Resmi Beroperasi

  • Whatsapp
2018905201507

PALU, MERCUSUAR – Sedikitnya 200 orang lebih ikut menyaksikan peresmian kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulawesi Tengah di Hotel Santika, Rabu (5/9) malam. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Sulteng, Longki Djanggola.

Kantor BEI Sulteng terdapat di kompleks Transmart Galara Mall, di Jalan Jendral Sudirman No 1, Petak 5. Siang hari kemarin resmi digunakan ditandai dengan pemotongan tumpeng dan workshop diikuti hampir 30 wartawan di Palu

Berita Terkait

Sebelumnya, Longki mengapresiasi hadirnya kantor BEI di Palu. Dengan demikian, BEI dapat melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menjadi investor di bursa saham.

Gubernur berharap kehadiran BEI di Sulteng dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di bidang pasar modal. Ia juga berharap, kehadiran BEI juga dapat membendung masyarakat untuk tidak tergiur dengan investasi bodong atau investasi abal-abal yang merugikan masyarakat.

Sementara Dirut BEI, Inarno Djajadi mengatakan, membuka perwakilan BEI di Sulteng bukan tanpa alasan. Berdasarkan kajian, pihaknya melihat potensi yang luar biasa di Sulteng, khususnya di Palu.

Pilihan Redaksi :  Dirut Jasa Raharja Sabet Penghargaan Top BUMN Awards 2021

“Kota Palu sebagai ibu kota Provinsi Sulteng memiliki infrastruktur yang bagus, bisnis yang ramai, ratusan kantor cabang bank, hotel berbintang, dan perguruan tinggi. Selain itu, jumlah investor di Sulteng per 31 Juli 2018 tercatat 1.348 investor yang sebagian besar berada di Palu sebanyak 730 investor,” kata Inarno.

Menurutnya, sudah waktunya potensi dan iklim investasi yang kondusif di Palu ini didorong agar lebih baik dan lebih berkembang lagi. Terutama dari sisi kemudahan pelaku usaha untuk mendapatkan pendanaan melalui pasar modal.

Selain itu, untuk memberikan pemahaman masyarakat untuk berinvestasi secara benar di pasar modal. Juga penyiapan sumber daya manusia yang kompoten dan yang bersertifikasi di bidang pasar modal.

Dikatakan, kehadiran BEI di Palu juga diharapkan dapat menjadi rujukan bertanya, tempatnya berkonsultasi bagi perusahaan dan kalangan dunia usaha mengenai mekanisme pendanaan melalui Pasar Modal Indonesia.

Inarno juga mengatakan, beberapa anggota bursa atau perusahaan sekuritas juga akan segera membuka kantor perwakilannya di Palu. Mereka adalah PT Philips Sekuritas Indonesia, PT MNC Sekuritas, PT Kresna Sekuritas, dan PT Danareksa Sekuritas.

Pilihan Redaksi :  Terima Kunjungan M1G, Farid Podungge: Mari Kita Jaga Silaturahmi Sesama Anak Bangsa

Ia juga menyebutkan, sejalan dengan upaya edukasi, pihaknya juga melakukan kerja sama pemasyarakatan pasar modal dengan pihak kampus dan non-kampus, termasuk dengan anggota bursa selaku mitra edukasi.

Kerja sama tersebut diwujudkan dengan pendirian Galeri investasi BEI. Saat ini sudah ada satu Galeri investasi BEI di Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako yang diresmikan 10 November 2017.

Galeri itu merupakan bagian dari 401 galeri investasi yang dimiliki BEI yang tersebar di kampus, pasar, kantor emiten, instansi, asosiasi, dan kafe. Ke depannya semoga lebih banyak lagi perguruan tinggi dan instansi lainnya di Sulteng yang dapat melakukan kerja sama dengan BEI untuk mendirikan Galeri Investasi.

Peningkatan Signifikan

Sementara itu Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng, Moh. Syukri A. Yunus mengatakan, berdasarkan survey literasi keuangan OJK tahun 2016, sector pasar modal memiliki tingkat literasi dan inklusi keuangan berturut-turut sebesar 4,40 persen dan 1,25 persen.

Pilihan Redaksi :  Pj Sekdaprov Buka Sidang Tim PIPA

Meski relative kecil bila dibandingkan dengan sector keuangan lain khususnya perbankan, literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan dengan hasil survey tahun 2013. Literasi dan inklusi keuangan pasar modal berturut-turut sebesar 3,79 persen dan 0,11 persen.

Syukri juga mengatakan, kehadiran kantor perwakilan BEI di Sulteng sangat dinantikan masyarakat. Di Kendari, Ambon, Manado, dan Jayapura sudah lebih duluan hadir. Selama ini, ketidaktahuan masyarakat terhadap alternatif investasi di pasar modal menyebabkan tidak sedikit masyarakat di Sulteng tergiur dengan investasi illegal yang memiliki risiko sangat tinggi.

Hadir pada peresmian itu Dirut PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia, Sunandar, Dirut PT Kustodan Sentral Efek Indonesia, Friderica Widyasari, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia, Hasan Fawzi, Dirut PT MNC, Susy Meilina, Dirut PT Kresna Sekuritas, Octavianus Budiyanto, Presiden Direktur PT Philips Sekuritas Indonesia, Thessalonoca Winarto, Dirut Bank Sulteng, Rahmat A Harris, dan lainnya.MAN     

Baca Juga