PALU, MERCUSUAR – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu menggelar rapat persiapan kegiatan Gerakan 1 Juta Vaksin Booster tingkat Kota Palu, Senin (18/4/2022), di Aula Kantor Kemenag Palu. Gerakan ini merupakan kerjasama antara Kemenag RI, Polri dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), yang digelar secara nasional selama tiga hari, mulai 21 sampai 23 April mendatang.
Rapat yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag, Nasruddin L. Midu ini, dihadiri oleh PCNU Kota Palu, seluruh Pejabat Pengawas, Pokjawas, Pokjaluh Kamad negeri dan swasta, serta Kepala KUA. Dalam rapat itu, ditargetkan sebanyak 5000 orang akan mengikuti program vaksinasi tersebut.
“Bukan hanya booster, tetapi ada juga vaksin tahap 1 dan 2 bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi,” tutur Nasruddin.
Rencananya, kegiatan ini akan melibatkan seluruh ASN di lingkup Kemenag Kota Palu, badan otonom PCNU, para siswa (dengan izin orang tua) dan masyarakat luas.
“Insya Allah selain meningkatkan imun, (gerakan) ini juga menjadi fasilitas bagi masyarakat untuk mendapatkan vaksin booster sebagai persyaratan menjelang mudik,” tambah Nasruddin.
Berdasarkan data yang dirangkum, per 30 Maret 2022, Kota Palu menjadi daerah di Sulawesi Tengah dengan pencapaian vaksinasi booster terbanyak, yakni 9,68 persen. Dalam rapat disepakati, rencana 10 titik lokasi kegiatan vaksinasi, di antaranya Aula Kementerian Agama Kota Palu, Universitas Islam Negeri Palu, Asrama Haji Kota Palu, MA Alkhairaat Pusat, MAN 1 Kota Palu, MAN 2 Kota Palu, MTsN 1 Kota Palu, MTsN 2 Kota Palu, MTsN 3 Kota Palu, serta MTsN 4 Kota Palu
Nasruddin mengatakan, pihaknya menargetkan minimal 500 orang mengikuti kegiatan vaksinasi di setiap titik lokasi, pada 21 hingga 23 April tersebut.
“Jika tiap titik lokasi bisa menjaring sebanyak 500 peserta vaksinasi, maka target 5000 peserta bisa terpenuhi. Kita harus bergerak cepat, data dan publikasi harus dimaksimalkan, bersama Polres dan PCNU, saya berharap gerakan ini bisa memenuhi target,” harapnya.
Nasruddin juga berpesan, agar masyarakat tidak ragu untuk melakukan vaksinasi di bulan puasa.
“Vaksin tidak membatalkan puasa, jadi penting bagi kita untuk mengedukasi masyarakat, agar tidak ragu mengikuti vaksinasi,” pungkasnya. */JEF