Kinerja Ekonomi Sulteng Meningkat

  • Whatsapp
anrepidHLa-1482739659

PALU, MERCUSUAR – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir Indeks Tendensi Konsumen (ITK) Sulteng selama triwulan II-2018 yang tercatat 109,80 persen. Artinya, kinerja ekonomi Sulteng menurut persepsi konsumen mengalami peningkatan dibanding triwulan I-2018.

Tingkat optimisme konsumen di TW II  ini lebih tinggi dari TW I  yang sebesar 100,83. Optimisme konsumen pada TW II  didorong oleh momen Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya yang diberikan oleh pemerintah untuk PNS/TNI/Polri aktif dan pensiunan turut menyumbang optimisme dari sisi pendapatan.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  Penghuni Huntap Tondo Terima Bantuan Sembako

“Pemberian THR dan gaji ke-14 turut mendongkrak optimisme konsumen terhadap kinerja perekonomian Sulteng dengan pertumbuhan di atas nasional,” kata Kepala BPS Sulteng, Faizal Anwar saat rilis pertumbuhan ekonomi di kantornya, Senin (6/8/2018).

Faizal menjelaskan, ITK adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan oleh  BPS  melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK merupakan indeks yang menggambarkan optimisme ekonomi konsumen melalui pengeluaran konsumsi dan tabungan pada triwulan berjalan dan perkiraan pada triwulan mendatang.

Sampel STK di Sulteng pada TW II-2018 berjumlah 160 rumah tangga. Rumah tangga terpilih merupakan sub-sampel dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) khusus daerah perkotaan.

DI SEMUA SEKTOR

BPS Sulteng menyatakan ekonomi Sulteng pada semester I-2018 dibandingkan semester I-2017 (c-to-c) tumbuh 6,24 persen. Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha dengan pertumbuhan kumulatif tertinggi pada lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas, yaitu sebesar 11,14 persen.

Pilihan Redaksi :  Masyarakat Diminta Petuhi Prokes, Gubernur: Kita Bersama Bantu Bangsa dan Negara

Kepala BPS Sulteng, Faizal Anwar di kantornya menjelaskan, bila dilihat dari sumber pertumbuhannya, ekonomi Sulteng semester I-2018 (c-to-c) yang sebesar 6,24 persen tersebut paling besar disumbang oleh lapangan usaha Pertambangan dan Penggalian sebesar 1,36 persen, diikuti lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 1,35 persen, dan lapangan usaha Industri Pengolahan sebesar 0,96 persen.

Sedangkan untuk sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor berkontribusi sebesar 0,60 persen, dan lapangan usaha lainnya memiliki andil sebesar 1,97 persen terhadap pertumbuhan ekonomi yang tercipta.

Struktur perekonomian Sulteng menurut lapangan usaha semester I-2018 masih didominasi oleh empat lapangan usaha utama yaitu: Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (28,79 persen); Pertambangan dan Penggalian (13,27 persen); Industri Pengolahan (12,16 persen), serta Konstruksi (11,93 persen). HAI

Pilihan Redaksi :  Spesialis Pembongkar Sadel Motor Dibekuk

 

Baca Juga