Kiprah dan Jejak Perjuangan Guru Tua, Inspirasi Pendidikan dan Dakwah di Nusantara

FOTO: Prof. Zainal Abidin

PALU, MERCUSUAR — Kiprah Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua dinilai masih relevan sebagai rujukan dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Pendiri Perguruan Islam Alkhairaat tersebut dikenal dengan pendekatan pendidikan yang menekankan kesabaran, ketelatenan, serta pembentukan karakter murid.

Rais Syuriyah PBNU, KH Zainal Abidin, mengatakan nilai utama dari perjuangan Guru Tua terletak pada keikhlasan serta kemampuannya mengintegrasikan ajaran Islam dengan realitas sosial masyarakat.

“Beliau menghargai budaya dan kearifan lokal, kemudian menyesuaikannya dengan ajaran Islam secara bijak,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat dakwah Guru Tua diterima luas oleh masyarakat tanpa menimbulkan resistensi.

Ia juga menyoroti sikap toleransi Guru Tua yang dinilai progresif pada masanya. Dalam praktik pendidikan, Guru Tua bahkan melibatkan tenaga pengajar non-Muslim untuk mengajar matematika di lingkungan Alkhairaat.

“Ini menunjukkan sikap saling menghargai yang kuat, termasuk dalam konteks lintas agama,” tambahnya.

Selain itu, semangat pengorbanan dalam membangun pendidikan dan dakwah menjadi karakter utama perjuangan Guru Tua yang hingga kini masih relevan.

Zainal menilai nilai-nilai tersebut perlu terus diaktualisasikan, terutama dalam momentum peringatan haul, agar tidak berhenti sebagai simbol, tetapi menjadi praktik nyata dalam kehidupan sosial dan pendidikan.

Warisan pemikiran Guru Tua, menurutnya, tetap menjadi rujukan dalam membangun masyarakat yang berilmu, toleran, dan berakhlak. */JEF

Pos terkait