Kodam XXIII/Palaka Wira Kembangkan Budidaya Lele Bioflok

FOTO: Satuan Peralatan Daerah Miiter (Paldam) XXIII/PW mengembangkan inovasi budidaya perikanan air tawar berbasis bioflok di Markas Paldam, Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Kamis (12/2/2026). FOTO: PENDAM PALAKA WIRA

LOLU SELATAN, MERCUSUAR – Dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, Kodam XXIII/Palaka Wira melalui Satuan Peralatan Daerah Miiter (Paldam) XXIII/PW  mengembangkan inovasi budidaya perikanan air tawar berbasis bioflok di Markas Paldam, Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, Kamis (12/2/2026).

Saat ini, sebanyak 14.000 bibit lele dibudidayakan sebagai tahap awal pengembangan program. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kodam XXIII/Palaka Wira dalam mengoptimalkan potensi satuan guna memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Program pengembangan budidaya lele ini dibahas dalam pertemuan silaturahmi yang digelar di Markas Paldam XXIII/PW. Turut  dihadiri Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, Kapaldam XXIII/PW Kolonel Cpl Anthoni P. Sinaga, serta sejumlah pemangku kepentingan dari pemerintah pusat dan daerah.

Turut hadir Kepala Stasiun Pengendalian dan Pengawasan Mutu (BPPMHKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Hamza, S.Pi., M.Si., beserta jajaran, yang mendorong agar Paldam XXIII/PW segera mengantongi sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB). 

Sertifikasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing produk, sehingga mampu menembus pasar ritel modern hingga peluang ekspor.

Sebagai bagian dari hilirisasi, Paldam XXIII/PW telah menghasilkan produk awal berupa lele kemasan beku (frozen food), yang diharapkan mampu memberi nilai tambah secara ekonomi.

Kasdam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita menyampaikan program ini merupakan wujud sinergi TNI AD dengan kementerian dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kapaldam XXIII/PW Kolonel Cpl Anthoni P. Sinaga menegaskan bahwa pengembangan budidaya ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal, tetapi juga membuka ruang kolaborasi dengan masyarakat. IKI/*

Pos terkait