Konsep ‘Nosiala Pale’ Direncanakan Jadi Perda

  • Whatsapp
E850FF30-EE3A-49C9-8165-A94199C2E6B6-3985bd30
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, saat menyampaikan sambutan pada Sosialisasi Kelurahan Berdikari di Palu, Selasa (26/10/2021).///FOTO: IMAM EL ABRAR/MS Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, saat menyampaikan sambutan pada Sosialisasi Kelurahan Berdikari di Palu, Selasa (26/10/2021).///FOTO: IMAM EL ABRAR/MS

PALU, MERCUSUAR – Konsep ‘Nosiala Pale’ atau gotong royong dalam budaya masyarakat Kaili direncanakan akan diadaptasikan ke dalam sebuah Peraturan Daerah (Perda) di Kota Palu.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Kelurahan Berdikari, ‘Nosiala Pale’ menuju Palu Adipura, yang digelar Pemerintah Kota Palu bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Milana Graha Sabha Palu, Selasa (26/10/2021).

Berita Terkait

“Ini yang akan kita jadikan tagar kita dan rencana ini akan kita Perdakan,” kata Hadianto.

Pilihan Redaksi :  Wali Kota Serahkan Hibah Rumah Ibadah 

Ia menuturkan, konsep tersebut tercetus dan kembali mengemuka di salah satu kegiatan sarasehan BPIP, yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP yang juga mantan Wakil Presiden Indonesia, Try Sutrisno. Di sebuah kesempatan, Try bertanya tentang gotong royong dalam bahasa Kaili.

“Beliau bertanya apa bahasa Kaili gotong royong. Saya langsung bilang ‘Nosiala Pale’, yang memiliki arti gotong royong, saling tolong menolong, serta saling mengayomi,” jelas Hadianto.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, H. Ansyar Sutiadi menyebutkan pemerintah Kota Palu, terutama Badan Kesbangpol saat ini tengah menggaungkan konsep‘Nosiala Pale’ atau budaya saling bergandengan tangan yang sejak dulu telah berkembang di tengah masyarakat Kaili.

Pilihan Redaksi :  Hadianto Hadiri Doa Bersama untuk Peristiwa Kanjuruhan

Konsep ‘Nosiala Pale’ disebutnya merupakan salah satu ilmplementasi dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila, yang berbasis dengan budaya serta kearifan lokal.

Baca Juga