TALISE, MERCUSUAR – Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang tergabung dalam Keluarga Alumni KAMMI Sulawesi Tengah menggelar halal bihalal dan konsolidasi di kediaman salah satu alumni, Selasa (24/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahim sekaligus memperkuat soliditas antaralumni di daerah.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan menuju Rakernas IV KAKAMMI, serta tindak lanjut koordinasi antara Dewan Pengawas (Dewas) dan Pimpinan Nasional (Pimnas) yang sebelumnya digelar pada 1 Maret 2026 di Jakarta. Pertemuan itu dihadiri lima unsur Dewas dan empat unsur Pimnas sebagai langkah awal menyatukan arah gerakan organisasi.
Dalam forum konsolidasi, para alumni menekankan pentingnya orkestrasi dan sinergi antarunsur untuk memperkuat peran gerakan. Perluasan jaringan silaturahim dengan berbagai pihak juga dinilai strategis guna meningkatkan kontribusi alumni dalam berbagai sektor, termasuk dalam penyelenggaraan negara.
Selain itu, alumni KAMMI didorong menjadi tulang punggung gerakan menuju islahul hukumah, serta berkontribusi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Sejumlah kesepakatan strategis turut dihasilkan, di antaranya komitmen menyukseskan halal bihalal dan Rakernas IV KAKAMMI di Yogyakarta pada 10–12 April 2027, pembentukan panitia Kongres 2027, serta penyiapan perbaikan AD/ART organisasi.
Penjabat Ketua KAKAMMI Sulteng, Ivan, dalam arahannya menyinggung dinamika internal organisasi, termasuk adanya beberapa versi KAKAMMI di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan peralihan kepemimpinan dari Rizal Yasin kepada dirinya, serta menekankan bahwa posisi tawar alumni KAMMI di daerah masih perlu diperkuat melalui konsolidasi yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut juga dilakukan penguatan struktur bidang, meliputi Pembinaan Alumni, Ekonomi dan Bisnis, Kebijakan Publik dan Politik, Pengabdian Masyarakat, Pendidikan, Komunikasi dan Jaringan, serta Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga. Forum turut menegaskan kembali enam prinsip gerakan KAMMI sebagai fondasi perjuangan, yakni Izzul Islam wal Muslimin, sikap tegas terhadap kebatilan, serta menghadirkan solusi Islam, yang kemudian dilanjutkan dalam fase alumni melalui prinsip islah, kepemimpinan umat, dan ukhuwah. IKI/*






