PALU, MERCUSUAR – Terkait maraknya kasus penipuan lelang yang mengatasnamakan pegawai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kepala KPKNL Palu Rachmat Kurniawan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penawaran lelang dalam jaringan (online) melalui media sosial dan jangan mudah tergiur lelang murah.
Rachmat Kurniawan melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (14/8/2018) mengatakan, penipuan yang mengatasnamakan lelang belakangan ini marak terjadi dengan modus membuat akun media sosial palsu dengan nama KPKNL atau pegawai KPKNL yang mengumumkan lelang berupa kendaraan.
Tidak sedikit laporan yang masuk terkait kasus penipuan lelang yang tidak hanya mencatut nama pihak KPKNL, tetapi juga nama pegawai dari lembaga yang menggunakan jasa KPKNL seperti Kejaksaan, Bea Cukai hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Modus penipuan adalah dengan menyakinkan dan menjanjikan korban menjadi pemenang lelang dengan meminta uang jaminan untuk ditransfer ke rekening atas nama pribadi. Padahal pihak KPKNL tidak pernah meminta peserta untuk mengirim uang jaminan ke rekening pribadi.
Dalam pelaksanaan lelang yang diselenggarakan oleh KPKNL, uang jaminan penawaran lelang disetorkan ke rekening penampungan lelang atas nama KPKNL sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27 Tahun 2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Selain itu, pihak KPKNL tidak akan menjanjikan peserta dapat memenangkan lelang, apalagi hanya dengan membayar uang jaminan tanpa mengikuti proses penawaran.
Dari laporan yang masuk ke KPKNL DJKN mengenai modus operandi penipuan lelang, ujar Rachmat, para pelaku penipuan melakukan pendekatan dengan menghubungi korban melalui telepon, pesan singkat maupun Whatsapp. Pelaku juga mengaku sebagai orang yang mengenal korban, misalnya sebagai teman lama kemudian menawarkan lelang dengan mengatasnamakan pejabat, pegawai atau kantor vertikal DJKN (KPKNL).
Biasanya, imbuh Rachmat, muncul faktor trust dalam diri korban akibat pelaku mengaku sebagai teman lama korban dan tergiur dengan harga barang lelang yang cenderung murah, serta iming-iming akan menjadi pemenang lelang hanya dengan membayar uang jaminan. HAI/*