PETOBO, MERCUSUAR – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Palu kembali menunjukkan hasil positif melalui program pembinaan kemandirian dengan melaksanakan panen komoditas pertanian di dua lokasi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (10/1/2026).
Panen tersebut menghasilkan 45 kilogram kangkung dari SAE Komplek Lapas Palu serta 32 kilogram jambu dari SAE Desa Langaleso, Kabupaten Sigi. Program pertanian ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang berfokus pada peningkatan keterampilan agrikultur, sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab bagi WBP.
Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, mengapresiasi capaian tersebut dan menegaskan bahwa program SAE berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
“Panen hari ini menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian berjalan dengan baik. Hasil kangkung dan jambu ini merupakan buah dari kerja keras WBP yang mengikuti proses pembinaan secara sungguh-sungguh. Kami berharap kegiatan ini terus memotivasi mereka untuk berkembang,” ujar Makmur.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Bagus Kurniawan. Menurutnya, keberhasilan panen ini mencerminkan wajah pemasyarakatan yang humanis dan produktif.
“Hasil panen ini membuktikan bahwa pembinaan pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pada pemberdayaan warga binaan melalui kegiatan yang bernilai ekonomi dan berkelanjutan,” ujarnya.
Bagus Kurniawan menambahkan, Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah akan terus mendorong seluruh UPT pemasyarakatan untuk memperkuat program pembinaan kemandirian sebagai bagian dari persiapan reintegrasi sosial warga binaan.
Hasil panen dari dua lokasi SAE tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas Palu, sementara sebagian lainnya dikelola sebagai produk hasil pembinaan guna mendukung kemandirian WBP.
Melalui kegiatan ini, Lapas Palu menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke tengah masyarakat. */JEF






