Lebaran 2022, Jasa Raharja Catat Angka Kecelakaan Turun 11 Persen

  • Whatsapp
IMG-20220514-WA0021-f6ec1763
Rivan A. Purwantono///

JAKARTA, MERCUSUAR – Momen Perayaan Lebaran yang diikuti dengan mobillitas arus mudik dan arus balik masyarakat telah berakhir.

Mengantisipasi Mudik Lebaran tahun ini, Polri melaksanakan Operasi Ketupat 2022 pada periode 28 April 2022 hingga 9 Mei 2022. Berdasarkan data dari Korlantas Polri, tercatat terjadi 3.457 kasus kecelakaan lalu lintas atau turun 11 persen dibandingkan Tahun 2019.

Berita Terkait

Dari kasus kecelakaan tersebut, mengakibatkan 530 korban meninggal dunia, juga mengalami penurunan sebesar 40 persen dibandingkan tahun 2019.

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A. Purwantono dalam keterangan persnya, melalui PT Jasa Raharja Cabang Sulteng, Sabtu (14/5/2022) mengatakan Jasa Raharja turut aktif bersama-sama pemerintah mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2022, dengan melaksanakan siaga untuk melayani para korban kecelakaan selama 16 hari dari tanggal 25 April 2022 hingga 10 Mei 2022.

Pilihan Redaksi :  Penurunan Stunting, Kepala BKKBN Ajak Seluruh Komponen Bergerak Cepat 

“Pada periode tersebut, Jasa Raharja telah membayarkan santunan sebesar Rp99,2 miliar, naik 10,6 persen dari periode yang sama tahun 2019,” kata Rivan.

Ia merincikan, santunan tersebut terdiri dari santunan untuk meninggal dunia Rp73,3 miliar, naik 12 persen dari tahun 2019, dan santunan untuk korban luka-luka sebesar Rp25,9 miliar, naik 6,8 persen dibandingkan periode Lebaran tahun 2019.

“Kinerja kami dalam penyerahan santunan meninggal dunia kepada ahli waris korban pada periode tersebut, rata-rata dapat diserahkan dalam waktu kurang dari 24 jam sejak waktu kejadian. Sementara waktu penyelesaian berkas santunan lengkap rata-rata 15 menit. Untuk korban luka-luka yang masih dirawat di RS, kami terbitkan surat jaminan melalui sistim pelayanan online yang terintegrasi dengan Rumah Sakit, sehingga biaya rawatan dijamin Jasa Raharja maksimal Rp20 Juta,” tutur Rivan.

Pilihan Redaksi :  Penanganan Stunting, Wawali: Butuh Pendekatan Multisektor

Rivan juga menyampaikan, penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini secara keseluruhan berjalan dengan baik, aman dan lancar. Hal itu menurutnya, berkat upaya dari semua instansi berwenang, baik dari Pemerintah, Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, dan pihak terkait lainnya dalam penanganan mudik Lebaran, baik saat arus mudik maupun arus balik.

Mudik tahun ini disebut berbeda dengan mudik sebelumnya, di mana masyarakat sudah dua tahun tidak mudik karena pandemi. Hal itu ditunjukkan dengan hasil survey Kementerian Perhubungan yang mengekspresikan animo masyarakat yang tinggi yaitu sebanyak 85,5 juta masyarakat yang ingin mudik.

“Kami mengapresiasi kepada Instansi terkait yang menjalankan berbagai kebijakan, di mana Jasa Raharja terlibat di dalamnya, mulai dari sebelum mudik dengan pengecekan jalur bersama Korlantas Polri Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN yang bersinergi, melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana transportasi publik seperti Stasiun, Terminal, Bandara dan juga sarana dan prasarana jalan raya termasuk jalan tol,” ujar Rivan.

Baca Juga