LPKA Palu Bersama PKBM Mulia Kasih, Gelar Ujian Kesetaraan Paket A, B dan C

  • Whatsapp

PETOBO, MERCUSUAR – Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu bersama Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mulia Kasih menggelar Ujian Kesetaraan Paket A, B dan C, Sabtu (2/3/2024).

Pada ujian yang dilaksanakan di ruang pendidikan ini, dari 21 orang jumlah anak binaan, yang mengikuti ujian hanya 11 orang, terdiri atas 2 orang kesetaraan paket A, 6 orang kesetaraan paket B dan 3 orang kesetaraan paket C. Adapun anak binaan yang lainnya, masih terdaftar aktif di sekolah asal dan masih dalam proses pendaftaran di PKBM Mulia Kasih.

Keikutsertaan anak binaan, tidak lepas dari komitmen dan kerja sama yang dijalin oleh  LPKA Palu yang merupakan Unit Pelaksana Teknis dibawah Naungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah, bersama dengan PKBM Mulia Kasih, dalam menuntaskan pendidikan bagi Anak Berhadapan  dengan Hukum (ABH).

Pelaksanaan ujian ini turut disaksikan oleh Kepala Seksi Pembinaan, Ida Bagus, Kepala Subseksi Pendidikan dan Bimkemas, Henny, dan para guru dari PKBM Mulia Kasih selaku pengawas ujian.

Ida Bagus mengatakan, apa yang dilakukan saat ini merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam membangun kemandirian, serta kepercayaan setiap anak binaan, sehingga saat dinyatakan bebas dan kembali ke tengah masyarakat, anak tetap dapat melanjutkan pendidikannya.

“Kami terus memberikan fasilitasi, motivasi dan dukungan kepada seluruh anak disini, mereka semua harus benar-benar mendapatkan pembinaan dengan baik, ini merupakan komitmen kami dalam memenuhi hak pendidikan anak,” ujar Bagus

Senada, Henny pun berharap, anak binaan yang berkesempatan mengikuti ujian kesetaraan ini dapat menjalankannya dengan sebaik-baiknya dan memperoleh predikat kelulusan, sehingga menjadi bekal bagi mereka untuk menuai berbagai prestasi lainnya di masa mendatang. 

Mengapresiasi kerja dan kinerja dari Seksi Pembinaan, Kepala LPKA Palu, Revanda bangun berterima kasih atas dedikasi dan semangat dari para pegawai di seksi pembinaan. Ia berharap, kegiatan ini jangan hanya menjadi formalitas, melainkan harus terimplementasi saat anak-anak ini bebas dan kembali bersama keluarga. Ia pun berharap para anak binaan tidak menjadikan ijazah sebagai formalitas, tetapi yang perlu diingat dengan berperan aktif dalam kegiatan belajar, maka para anak binaan dapat meraih lebih banyak lagi prestasi-prestasi di masa depan. */JEF

Baca Juga