Masyarakat Pertanyakan Bantuan Tenda

  • Whatsapp
IMG-20181014-WA0012

PALU, MERCUSUAR – Banyaknya batuan yang mengalir untuk korban bencama Palu, Sigi dan Donggala nampaknya tidak tersalurkam atau terdistribusikan secara merata. Setelah dua pekan lalu terjadi bencana gempa, tsunami dan likuidfaksi, masyarakat Kota Palu saat ini sangat membutuhkan bantuan tenda untuk bisa bertahan di lokasi pengungsian.

Namun tampaknya, sebagian besar masyarakat baik di Palu, Sigi maupun Donggala harus merasakan kejunan dan kedinginan karena bantuan tenda yang dijanjikan bahkan sudah disumbangkan dari berbagai pihak tidak kunjung didistribusikan.

Salah satu warga di Kelurahan Baiya, Kecamatan Palu Utara misalnya, dalam lokasi pengungsiam itu mereka terdiri dari 6 Kepala Keluarga dan tiga diantaranya adalah bayi usia 1 tahun dan 5 bulan. Saat ini mereka masih bertahan kehujanan karena tenda yang mereka gunakan sudah bocor dan tidak layak pakai.

Pilihan Redaksi :  Desember, Bantuan UMKM Bakal Disalurkan

“Kita disini cuman pake satu tenda itupun sudah bocor, padahal disini ada anak bayi dan 6 Kepala Keluarga,” jelasnya.

Masyarakat lain juga masih bingung untuk meminta tenda dimana, pasalnya ada beberapa info seperti pengambilan tenda di PMI, Dinas Sosial Sulteng dan Rujab Gubernur Sulteng serta Kantor Walikota yang ternyata tidak dilayani sama sekali dengan alasan bahwa tenda tersebut tidak ada.

“Terus bantuan yang selama ini mengalir berton-ton baik dalam bentuk logistik maupun uang tunai kemana semua ? Masyarakat masih banyak yang kelaparan, kehujanan dan kedinginan tapi pemerintah tutup mata,” jelasnya.RES

Baca Juga