PALU, MERCUSUAR — Pagi di Pantai Mamboro, Sabtu (17/1/2026), diwarnai aktivitas yang berbeda. Puluhan orang terlihat menyusuri garis pantai di samping Masjid Nurul Yaqin, membawa bibit mangrove dan peralatan sederhana. Mereka adalah staf dan manajemen Sutan Raja Hotel & Villa Palu yang bersama Rubalang (Rumah Bahari Gemilang) turun langsung menanam mangrove dalam rangka peringatan Hari Sejuta Pohon.
Sebanyak 500 bibit mangrove ditanam di kawasan pesisir ini, melibatkan sekitar 50 peserta. Pantai Mamboro bukan dipilih tanpa alasan. Wilayah ini menjadi salah satu saksi dampak tsunami Palu pada 28 September 2018, dan hingga kini masih membutuhkan perhatian serius dalam upaya pemulihan lingkungan pesisir.
General Manager Sutan Raja Hotel & Villa Palu, Janter Pasaribu mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap ruang hidup bersama yang pernah porak-poranda akibat bencana. Menurutnya, mangrove bukan sekadar tanaman, tetapi benteng alami yang mampu melindungi pesisir dari abrasi dan gelombang ekstrem, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pantai.
Hal senada disampaikan Direktur Umum Rubalang, Tofan Saputra. Ia menegaskan, penanaman mangrove ini tidak dimaknai sebagai kegiatan seremonial belaka. Aksi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memulihkan Pantai Mamboro, sekaligus mengingatkan bahwa mitigasi bencana tidak selalu harus dimulai dari proyek besar, tetapi bisa dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama.
Di bawah terik matahari pesisir, satu per satu bibit mangrove ditanam di lumpur pantai. Di lokasi yang pernah diterjang gelombang besar, kegiatan ini menjadi simbol ikhtiar bersama, yakni menanam harapan agar pantai kembali pulih, lebih kuat, dan lebih aman bagi generasi mendatang. JEF






