Muslimun Serap Aspirasi Warga Kamonji, Modal Usaha hingga Tenda PKL Jadi Sorotan

PALU, MERCUSUAR – Anggota DPRD Kota Palu dari Fraksi NasDem, Muslimun, S.E., melaksanakan kegiatan reses masa sidang caturwulan II tahun 2025, bertempat di Jalan Durian, Kelurahan Kamonji, Kecamatan Palu Barat, Selasa (15/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda konstitusional yang memberikan ruang bagi wakil rakyat untuk kembali ke daerah pemilihan dan menyerap langsung aspirasi masyarakat. Di hari kedua pelaksanaan reses khusus Daerah Pemilihan IV (Palu Barat–Ulujadi), Muslimun disambut antusias sekitar 150 warga.

Kegiatan reses ini juga dihadiri oleh perwakilan sejumlah instansi teknis, antara lain Dinas Perkim, PUPR, Perdagangan, dan Dinas Sosial, yang turut memberikan tanggapan langsung atas berbagai keluhan dan usulan warga.

Sesi diskusi berlangsung dinamis. Warga banyak menyoroti kebutuhan bantuan langsung yang bisa mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, seperti bantuan modal usaha yang sangat diharapkan kelompok ibu-ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro di lingkungan sekitar.

Kelompok pedagang kaki lima (PKL) yang hadir dalam forum ini juga menyampaikan keprihatinan mereka soal keterbatasan sarana berdagang. Selama ini mereka hanya mengandalkan tenda terpal seadanya. Mereka berharap adanya bantuan tenda bongkar pasang yang layak, untuk mendukung aktivitas jual-beli yang lebih aman dan tertata, terutama bagi paguyuban pedagang pasar keliling.

Tak hanya itu, kelompok pemulung juga menyampaikan harapan mereka untuk mendapatkan akses modal usaha serta dukungan dalam bentuk bantuan budidaya ikan yang dapat mereka kelola secara berkelompok, sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan.

Dalam penjelasannya, Muslimun menyampaikan bahwa seluruh masukan warga akan ditampung dan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD, serta akan dikawal untuk bisa masuk dalam program kerja pemerintah kota ke depan. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara warga dan wakil rakyat sebagai bagian dari saluran komunikasi pembangunan.

“Semua aspirasi ini akan kami dorong agar bisa masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2027. Karena ini bukan hanya soal mendengar, tapi soal bagaimana kita berjuang bersama,” ujar Muslimun.

Reses ini menggambarkan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat untuk menyerap secara langsung kebutuhan nyata yang dirasakan konstituen, sekaligus memperkuat kepercayaan dan komunikasi antara rakyat dan legislatif.

Pos terkait