Pegawai Rupbasan dan Lapas Palu Terancam Pidana Mati

  • Whatsapp
FOTO SIDANG NARKOBA (1)-c71adeba
SIDANG terdakwa Rahmat Adhiaksa bin Safrudin dan Rafliandi bin Bachtiar berlangsung virtual di PN Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Kamis (17/2/2022) sore. FOTO: ANGKY/MS

PALU, MERCUSUAR – Terdakwa I pegawai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan), Rahmat Adhiaksa bin Safrudin (29) dan terdakwa II pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Palu, Rafliandi bin Bachtiar (37) terancam pidana mati.

Pasalnya, kedua terdakwa dalam satu berkas perkara itu didakwa JPU melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, subsidair Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Berita Terkait

Pilihan Redaksi :  FPKB Kota Palu Peringati Maulid Nabi

Hal itu terungkap dalam sidang berlangsung vitual di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu dengan agenda pembacaan dakwaan, Kamis (17/2/2022) sore.

Rahmat Adhiaksa bin Safrudin dan Rafliandi bin Bachtiar merukan terdakwa dugaan penyalagunaan narkotika golongan I jenis sabusabu seberat 3.966 gram. Keduanya ditangkap di kompleks perumahan Lapas Klas II A Palu di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, pada Sabtu (2/10/2021) sekira pukul 20.00 Wita.

KRONOGIS

Diuraikan dalam dakwaan JPU yang dibacakan Desianty SH dan Agus SH, bermula Sabtu (2/10/2022) sekira pukul 10.30 Wita terdakwa I mengambil tas ransel berisi sabu pada seorang kurir yang tidak dikenalnya, lalu dibawa ke rumah kosong di asrama Lapas Klas II A Palu.

Pilihan Redaksi :  Penurunan Stunting, Kepala BKKBN Ajak Seluruh Komponen Bergerak Cepat 

Selanjutnya, sekira pukul 11.30 datang Agus (DPO) ke rumah itu mengambil sabu tersebut. Namun sekira pukul 13.00 Agus kembali mendatangi terdakwa I di rumah itu dan menitip kembali paket sabu tersebut, serta akan mengambil kembali paket sabu pukul 18.00.

“Hingga pukul 18.00 Wita Agus belum datang mengambil kembali paket sabu itu, terdakwa I mendatangi terdakwa II menitipkan paket sabu tersebut,” kata JPU.

“Terdakwa II menanyakan isi tas, terdakwa II menjawab isinya narkotika jenis sabu yang akan diambil Agus,” sambung JPU.

Kemudian terdakwa II meminta terdakwa I menyimpan paket sabu di dapur. Lalu terdakwa I mengeluarkan isi tas ransel, yakni satu kantong plastik warna merah berisi sabu dan memasukannya dalam termos es, satu handphone, serta memasukan tas ransel ke dalam kardus.

Baca Juga