LOLU UTARA, MERCUSUAR — Wali Kota Palu yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr. Rochmat Jasin, menghadiri Workshop Koordinasi dan Sosialisasi PAIR Sulawesi CH. 3.2 yang digelar di Hotel Santika Palu, Jumat (23/01/2026).
Workshop bertema “Exploring Climate-Resilience Health System in Coastal Area Central Sulawesi and Southeast Sulawesi Province” ini menitikberatkan pada penguatan sistem kesehatan yang tangguh terhadap dampak perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari riset kolaborasi Australia–Indonesia yang melibatkan Universitas Hasanuddin, The University of Melbourne, Universitas Airlangga, dan Universitas Tadulako. Workshop secara resmi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, dr. Syahriar, M.Kes.
Dalam sambutannya, dr. Syahriar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa sesuai arahan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), perubahan iklim harus dipandang sebagai ancaman serius terhadap kesehatan manusia, terutama di wilayah dengan karakteristik kepulauan seperti Sulawesi Tengah.
“Perubahan iklim berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti malaria dan diare. Karena itu, kesehatan sebagai hak asasi manusia menjadi aspek penting dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan lintas sektor yang diusung dalam workshop ini diharapkan mampu memperkuat adaptasi sektor kesehatan terhadap perubahan iklim serta membangun sinergi antarpemangku kepentingan.
Sementara itu, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang penelitian. Menurutnya, kolaborasi lintas perguruan tinggi nasional dan internasional diharapkan melahirkan gagasan dan rekomendasi strategis bagi penguatan sistem kesehatan di wilayah pesisir.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor terkait dalam membangun sistem kesehatan yang adaptif dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim. */JEF
Pemkot Dukung Penguatan Sistem Kesehatan Tangguh Iklim






