LAMBARA, MERCUSUAR – Pemerintah Kota Palu menggelar kegiatan penguatan kapasitas kewilayahan di Kecamatan Tawaeli, Rabu (4/3/2026), sebagai upaya meningkatkan kinerja aparatur di tingkat kecamatan dan kelurahan. Kegiatan yang berlangsung di ruang kerja Camat Tawaeli ini menjadi salah satu terobosan pemerintahan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin.
Kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Keuangan Nathan Pagasongan, unsur Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Kota Palu, serta para lurah dan sekretaris lurah se-Kecamatan Tawaeli.
Tiga camat dihadirkan sebagai narasumber, yakni Camat Tatanga Muhammad Yusuf, Camat Palu Timur Gunawan, dan Camat Palu Selatan Goenawan.
Dalam pemaparannya, Camat Tatanga Muhammad Yusuf menjelaskan peran strategis aparatur sipil negara, khususnya camat dan lurah, dalam penyelenggaraan pemerintahan di wilayah. Ia menekankan empat pilar utama pemerintahan daerah yang harus dijalankan hingga tingkat lingkungan, yakni penyelenggaraan pemerintahan melalui pelimpahan kewenangan, pelayanan publik baik perizinan maupun non-perizinan, pembangunan wilayah, serta pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada dukungan masyarakat, sehingga aparatur di wilayah harus mampu memberikan pelayanan terbaik sesuai standar operasional yang berlaku.
Sementara itu, Camat Palu Timur Gunawan memaparkan tugas pokok dan fungsi kelurahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas antara pimpinan dan seluruh jajaran agar pelaksanaan kerja berjalan efektif dan terarah.
Camat Palu Selatan Goenawan turut berbagi pengalaman perjalanan kariernya di lingkungan Pemerintah Kota Palu, mulai dari staf kecamatan hingga menjabat sebagai camat. Ia menekankan pentingnya membangun pola pikir pengabdian dalam bekerja.
“Pengalaman itu luar biasa. Bagaimana kita mendedikasikan diri bekerja dengan baik untuk Pemerintah Kota Palu. Jiwa saya serahkan untuk Kota Palu, karena siapa lagi kalau bukan kita yang membangun kota ini,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat koordinasi di tingkat wilayah.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Keuangan Nathan Pagasongan dalam arahannya menekankan pentingnya bekerja secara terstruktur serta membangun sinergi antaraparatur.
Menurutnya, seluruh jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan harus memiliki kesamaan cara berpikir dan memperkuat kerja sama agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.
“Yang pertama kita harus memiliki persamaan cara berpikir. Kita harus bekerja sama dengan baik, membangun sinergitas, serta membagi tugas dengan baik. Semua yang diawali dengan baik, hasilnya juga akan baik,” ujarnya.
Nathan juga mengingatkan bahwa aparatur sipil negara harus menjadi contoh bagi masyarakat, termasuk dalam kepatuhan terhadap kewajiban daerah seperti pembayaran retribusi sampah dan pajak bumi dan bangunan (PBB-P2).
Selain itu, ia menyinggung rencana pelaksanaan lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Palu dalam waktu mendatang. Ia mendorong para pejabat di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk mempersiapkan diri dan berkompetisi secara sehat.
“Silakan para pejabat se-Kecamatan Tawaeli ikut bertarung dalam lelang jabatan yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Palu. Dan bagi pejabat yang hari ini menduduki jabatan, bersiap-siaplah untuk dievaluasi,” tegasnya.
Kegiatan penguatan kapasitas kewilayahan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan serta memperkuat sinergi pelaksanaan program pembangunan di Kota Palu.






