Pengprov MI Sulteng Tolak Pembekuan, Dukung Munaslub

Foto : Kusno Bunga

PALU, MERCUSUAR— Pengurus Besar (PB) Muaythai Indonesia (MI) resmi membekukan kepengurusan Pengprov MI Sulawesi Tengah bersama 25 pengurus provinsi lainnya di Indonesia. Keputusan tersebut langsung menuai penolakan dari jajaran pengurus MI Sulawesi Tengah.

Ketua Pengprov MI Sulteng, Dr. Suandi  melalui Sekretaris Umum Kusno Bunga, menegaskan bahwa pembekuan tersebut dinilai cacat aturan dan tidak berlandaskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Pembekuan tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan mekanisme organisasi. Kepengurusan MI Sulawesi Tengah merupakan hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) yang sah dan masih berlaku hingga 2029,” tegas Kusno Bunga, dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (8/4/2026).

Ia menjelaskan, surat pembekuan yang dikeluarkan PB MI tidak mencantumkan pasal yang dilanggar dalam AD/ART, sehingga dinilai tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Selain itu, pihaknya merasa tidak pernah melakukan pelanggaran organisasi.

“Tidak ada pelanggaran yang kami lakukan. Kami aktif mengikuti seluruh agenda PB dan program KONI Sulteng. Pembekuan ini tidak beralasan,” tambahnya.

Kusno juga mengungkapkan bahwa pasca terbitnya surat pembekuan, pihaknya menerima pernyataan dari Ketua Umum PB MI yang meminta agar tidak lagi membawa nama Muaythai. Hal ini dinilai semakin memperkuat dugaan bahwa keputusan tersebut tidak mencerminkan semangat pembinaan olahraga.

“Keputusan ini justru berpotensi menghambat perkembangan cabang olahraga Muaythai, khususnya di Sulawesi Tengah,” ujar Kusno.

Meski demikian, Pengprov MI Sulteng mengklaim tetap mendapat dukungan penuh dari 13 pengurus kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah. Dukungan tersebut dianggap sebagai bukti bahwa kepengurusan saat ini masih memiliki legitimasi kuat di tingkat daerah dan tetap aktif menjalankan pembinaan atlet.

Sebagai bentuk penolakan terhadap pembekuan dan penunjukan pelaksana tugas (Plt), Pengprov MI Sulawesi Tengah menyatakan dukungan terhadap pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Muaythai Indonesia.

“Rencananya Munaslub akan digelar pada 25 April 2026. Dukungan sudah mencapai hampir dua pertiga anggota,” pungkas Kusno Bunga. */CLG

Pos terkait