Pengurus DPW FK-PKBM Sulteng Dilantik

  • Whatsapp
3F65D08D-B7FC-431C-9C38-D525EB761D89-75b4a05d

 

PALU, MERCUSUAR – Jajaran Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Provinsi Sulteng periode 2021-2026 resmi dilantik. Para pengurus DPW dilantik secara langsung oleh Ketua DPP FK-PKBM, Suhartono secara virtual, di aula BP PAUD dan Dikmas Sulteng, Jumat (15/10/2021).

Berita Terkait

Mewakili DPP FK-PKBM, Dr. Gatot Margono mengingatkan kepada seluruh pengurus DPW, untuk tidak menjadikan pelantikan tersebut sebatas momen seremoni semata. Lebih dari itu, para pengurus dituntut untuk bersama-sama mengibarkan panji-panji PKBM ke seluruh wilayah Sulteng.

Menurutnya, masyarakat di Sulteng terutama di wilayah-wilayah pelosok masih sangat membutuhkan kehadiran PKBM. Hal itu karena PKBM dapat mengakomodir kebutuhan pendidikan bagi masyarakat yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal.

Pilihan Redaksi :  Eko Wandowo Gelar 'Kupatan' di TVRI

“Alhamdulillah kita memiliki keunggulan, kalau lembaga kursus tidak bisa menyelenggarakan PKBM tapi PKBM bisa menyelenggarakan kursus. Bagi yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal, maka bisa mengikuti pendidikan nonformal ini. Pendidikan nonformal itu setara, bisa diterima menjadi ASN, Polri atau TNI, bahkan ada beberapa lulusan PKBM yang kuliah di luar negeri,” kata Gatot, yang juga salah seorang Dewan Pembina DPW FK-PKBM Sulteng.

Mewakili Gubernur Sulteng, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng, Hj. Yudiawati V Windarrusliana menyampaikan harapan Gubernur, agar pengurus FK-PKBM Sulteng dapat meningkatkan dan menguatkan fungsi kelembagaan serta perannya di tengah masyarakat.

“Diharapkan juga untuk dapat meningkatkan pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu, serta menjadi organisasi yang dapat menjadi titik sentral untuk percepatan pembangunan pendidikan di Sulteng, khususnya pendidikan nonformal,” ujar Yudiawati.

Hal itu kata dia, sejalan dengan salah satu misi pembangunan daerah Sulteng, yakni meningkatkan kualitas manusia melalui reformasi sistem pendidikan dan kesehatan dasar. PKBM dipandang telah berhasil membuat rumusan-rumusan dalam dunia pendidikan melalui program-program unggulan, sehingga dapat membantu masyarakat untuk memeroleh akses layanan pendidikan yang terjangkau, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pilihan Redaksi :  Eko Wandowo Gelar 'Kupatan' di TVRI

Ketua DPW FK-PKBM Sulteng, Djufri Abbas mengungkapkan, saat ini tercatat sedikitnya ada sekira 205 jumlah lembaga PKBM di Sulteng. Sedangkan kepengurusan DPD FK-PKBM telah ada di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Sulteng.

Lembaga PKBM, tegasnya, memiliki legitimasi yang sama dengan sekolah formal. Yakni juga memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), akte notaris serta izin operasional.

“Kegiatan PKBM di antaranya melayani pendidikan kesetaraan, pendidikan keaksaraan, PAUD, lifeskill, pertanian perkebunan perikanan, keterampilan dan Taman Baca Masyarakat, pembinaan terhadap masyarakat yang terlibat narkoba dan lainnya,” jelasnya.

Sekretaris DPW FK-PKBM Sulteng, Muhammad Jufri menambahkan, PKBM merupakan salah satu mitra utama pemerintah dalam bidang pendidikan, khususnya pendidikan nonformal. Olehnya, ia berharap, setiap kepengurusan dari tingkat DPW hingga DPD di seluruh wilayah Sulteng untuk dapat menjalin relasi kemitraan yang baik dengan pemerintah daerah masing-masing.

Pilihan Redaksi :  Eko Wandowo Gelar 'Kupatan' di TVRI

“Setiap kepengurusan di kabupaten harus menjalin kemitraan yang baik dengan pemerintah daerah,” tegas Jufri.

Ketua Panitia, Richvain Abd. Gani mengungkapkan, selain pelantikan pengurus DPW FK-PKBM Sulteng, pada kesempatan yang sama juga digelas Rapat Kerja (Raker), yang dihadiri sekira 40 orang peserta yang merupakan pengurus DPW serta perwakilan DPD se-Sulteng.

“Kegiatan ini menjadi starting poin untuk membenahi lembaga, serta ikut serta dalam membangun pendidikan di Sulteng. Selain itu, hal ini juga menjadi momentum untuk membumikan eksistensi PKBM di Sulteng,” pungkas Richvain. IEA

Baca Juga