Penyintas Berharap Segera Pindah ke Huntap

Penyintas

PALU, MERCUSUAR Belum mendapat kejelasan mengenai pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dari Pemerintah Kota Palu, pengungsi korban tsunami yang tinggal di Huntara Lapangan Golf meminta kepada calon wali Kota Palu untuk memprioritaskan nasib mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh masyarakat langsung ketika berbincang dengan Jurnalis warga di lokasi pengungsian tersebut, Kamis (22/10/2020).

Dawirna (40) salah seorang penyintas mengatakan, bahwa kemauan mereka sebagai penyintas yang tinggal di huntara cuman soal kejelasan tempat tinggal, sebab sudah kurun waktu 3 tahun lebih, waktu mereka habis hanya untuk berharap terkait pembangunan Huntap.

“Kami tidak berharap banyak kepada para calon wali kota ketika sudah menang pada pemilihan nantinya, yang kami minta hanya dibangunkan Huntap, sebab sudah menderita kami disini. Bangunan Huntara kami sudah mulai rusak,”ujar Dawirna.

Sebelumnya penyintas sudah berapa kali menemui pemerintah langsung, untuk menyampaikan agar percepatan pembangunan huntap dilaksanakan, namun sampai sekarang menurut mereka belum ada kejelasan dari pihak terkait.

“Belum ada kabar dari pemerintah, informasi lokasi pembangunannya pun belum ada kami dengar. Sudah habis waktu kami terus berharap, makanya kami berharap besar pada pemilihan nantinya semoga nasib kami diperhatikan wali kota yang terpilih nanti,” ujarnya.

Huntara yang ditinggali 220 Kepala Keluarga (KK) tersebut adalah korban tsunami yang mayoritas tinggal di sekitaran Pantai Talise, dimana semua bangunan rumah mereka tersapu rata oleh tsunami pada 28 september 2018 yang lalu. FELIX-JW RESPECT

Pos terkait