TANAMODINDI, MERCUSUAR – Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi dan edukasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di kawasan bebas kendaraan, Minggu (18/10/2026).
Sosialisasi sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus henti jantung.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Anestesi Sedunia. Melalui kegiatan ini, Perdatin Sulteng berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan cepat dan tepat terhadap kondisi kegawatdaruratan, khususnya henti jantung.
Ketua Perdatin Sulawesi Tengah, Imtihana, mengatakan edukasi Bantuan Hidup Dasar sangat penting untuk diberikan kepada masyarakat. Pasalnya, penanganan awal yang tepat dapat membantu meningkatkan peluang keselamatan seseorang yang mengalami henti jantung.
Menurutnya, masyarakat perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai langkah-langkah pertolongan pertama sebelum pasien mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Selain sosialisasi dan edukasi BHD, rangkaian peringatan Hari Anestesi Sedunia juga diisi dengan kegiatan Anestesi Go to School. Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pelatihan mengenai Bantuan Hidup Dasar agar mampu mengenali kondisi darurat dan mengetahui tindakan awal yang perlu dilakukan ketika menemukan seseorang mengalami henti jantung.
Tidak hanya berfokus pada edukasi kesehatan, peringatan Hari Anestesi Sedunia oleh Perdatin Sulteng juga diramaikan dengan kegiatan olahraga dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Edukasi Bantuan Hidup Dasar diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya tindakan cepat saat menghadapi henti jantung, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih siap dan tanggap dalam menghadapi kondisi darurat medis. IKI






