Pererat Silaturahmi, Kemenag Kota Palu Gelar Camping Ground 

LERE, MERCUSUAR — Keluarga besar Kementerian Agama (Kemenag) Kota Palu menggelar kegiatan camping ground, sebagai upaya mempererat silaturahmi dan menjaga suasana kerja yang positif di lingkungan internal. Kegiatan ini berlangsung di salah satu kawasan wisata Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Jumat (23/1/2026) hingga Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai Kemenag Kota Palu beserta seluruh satuan kerja di bawah naungannya. Selain menjadi ajang kebersamaan, camping ground ini juga dirangkaikan dengan penyerahan santunan kepada Risnawati, salah seorang pegawai KUA Tatanga yang menjadi korban bencana kebakaran pada 2 Januari 2026 lalu.

Kepala Kementerian Agama Kota Palu, Ahmad Hasni mengatakan, soliditas dan kekompakan dalam sebuah organisasi tidak dapat dibangun secara instan ataupun melalui pendekatan kepemimpinan yang kaku, melainkan melalui proses yang sederhana namun bermakna.

“Soliditas itu lahir dari kebersamaan. Salah satunya melalui kegiatan santai di alam terbuka, tanpa sekat, saling berinteraksi, bermain, dan membangun keakraban dalam suasana yang sejuk dan nyaman,” ujar Ahmad Hasni.

Ia mengaku sengaja hadir lebih awal agar dapat menikmati suasana alam sejak sore hingga subuh hari bersama para pegawai. Menurutnya, suasana seperti ini memberi ruang bagi pimpinan dan jajaran untuk berinteraksi secara lebih cair, saling bercanda, berdiskusi, serta bertukar pandangan.

“Kami juga mengatur kegiatan ini usai jam kerja hari Jumat dan bermalam hingga Sabtu, agar saudara-saudara kita yang beragama Nasrani dapat ikut bersama, lalu pulang bersama pula, sehingga hari Minggu tetap bisa beribadah dengan tenang,” jelasnya.

Suasana keakraban semakin terasa saat malam hari, ketika sejumlah pegawai mengisi kegiatan dengan hiburan dan tarian tradisional dero. Kebersamaan tersebut, menurut Ahmad Hasni, menjadi bagian penting dalam merawat kekompakan dan rasa kekeluargaan.

Terkait santunan, Ahmad Hasni menjelaskan, bantuan yang diserahkan merupakan hasil urunan keluarga besar Kemenag Kota Palu, sebagai bentuk kepedulian terhadap pegawai yang tertimpa musibah.

“Nilainya mungkin tidak besar, tetapi ini bentuk empati dan dukungan moral kami. Kami ingin menunjukkan bahwa saudara kita tidak sendiri,” ujarnya.

Ke depan, Ahmad Hasni berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di lokasi berbeda agar tetap memberikan suasana baru dan tidak menimbulkan kejenuhan.

“Mungkin berikutnya di pantai atau tempat wisata lainnya. Hal yang terpenting adalah kebersamaan dan kekeluargaan tetap terjaga,” tutupnya. MBH

Pos terkait